Apa Kata Alkitab tentang Rasa Takut? Rasa takut dapat berarti dua hal: 1) rasa takut yang ditimbulkan karena ancaman, bahaya, melakukan kesalahan dan rasa takut karena penderitaan, 2) rasa takut karena hormat, tunduk dan kagum kepada Allah.
Alkitab juga pernah mencatat mengenai rasa takut ketika ada bahaya dan ancaman. Misalnya para murid ketakutan ketika ada badai yang besar, Daud takut ketika dikejar oleh musuh, dan Elia takut ketika dirinya diancam oleh Izebel.
Selain itu, Alkitab juga pernah mencatat bahwa ketika manusia tinggal di taman Eden, mereka tidak pernah merasakan ketakutan. Mereka hidup damai, dan bergaul karib dengan Allah.
Namun keadaan itu menjadi berubah, setelah mereka melakukan pelanggaran. Ketakutan pertama kali diungkapkan dalam Kitab Kejadian 3:10, di mana Adam merasa takut saat mendengar suara Tuhan di taman.
Bagaimana kisah selanjutnya? Mengapa semua orang pada akhirnya memiliki rasa takut? Kami akan mempelajarinya serta melihat apa yang Alkitab katakan mengenai hal ini.
Rasa Takut Dalam Diri Manusia
Setiap individu, dari zaman dahulu hingga sekarang dan di masa depan, pastinya memiliki perasaan takut. Ketakutan ini dapat dianggap sebagai hukum universal yang tertanam di dalam hati nurani manusia, sehingga ketika mereka melakukan kesalahan, mereka akan merasakan ketakutan secara otomatis.
Dalam kehidupan sehari-hari, manusia sering kali merasakan kecemasan, keresahan, atau ketakutan. Perasaan ini tidak hanya muncul akibat dari melakukan dosa, tetapi juga karena berbagai alasan lainnya.
Contohnya lainnya seperti takut kehilangan uang, takut ketinggian, atau ketakutan kepada beberapa jenis hewan tertentu.
Penyebab Rasa Takut
Apakah kamu juga pernah mengalami hal serupa, yaitu merasakan ketakutan atau kecemasan yang berlebihan? Dalam Kejadian 3:10 tertulis, “Ketika aku mendengar bahwa Engkau di taman ini, aku takut, sebab aku telanjang, maka aku bersembunyi”.
Itulah ungkapan isi hati Adam ketika Tuhan berjalan di taman dan memanggil nama mereka. Adam merasa takut karena menyadari telah melanggar perintah Allah dan merasa malu karena dirinya telanjang. Dengan kata lain, sumber rasa takut itu muncul karena disebabkan oleh dosa atau pelanggaran yang dilakukan.
Kita kembali pada saat Tuhan pertama kali menciptakan manusia. Tuhan melihat semua ciptaannya sangat amat baik dan memberkati manusia. Kejadian 2:25 juga mengatakan bahwa manusia itu telanjang dan keduanya tidak merasa malu.
Dari penciptaan manusia yang menurut gambar dan rupa Allah, maka dapat dikatakan bahwa keadaan manusia saat diciptakan dalam keadaan suci, kudus, dan tanpa dosa. Mereka mampu berkomunikasi dan bercakap-cakap dengan Tuhan di taman Eden.
Tuhan sangat dekat, seolah tidak ada jarak di antara mereka, dan ini merupakan kehidupan yang benar-benar baik.
Tidak ada penyakit atau kesedihan; semua hewan dan manusia hidup berdampingan dalam harmoni tanpa permusuhan.
Pada awalnya, mereka benar-benar hidup dalam keadaan suci dan mulia, menjadikan kehidupan manusia dan makhluk lainnya teratur seperti di surga.
Semua hidup dalam damai dan bahagia, tetapi keadaan ini kemudian berubah. Kehidupan menjadi berbeda dan berlawanan dengan sebelumnya, dimulai saat Adam dan Hawa jatuh dalam dosa.
Melanggar Ketetapan Allah
Melihat Kejadian 3:10, ketika mereka mendengar suara Tuhan di taman itu, mereka merasa takut; karena mereka telanjang, mereka bersembunyi. Jadi, rasa takut yang Adam alami disebabkan oleh dosa atau pelanggaran yang telah dilakukan, yakni memakan buah pengetahuan yang baik dan jahat.
Perasaan takut tersebut muncul tiba-tiba saat ia mendengar suara Tuhan memanggil namanya. Ia merasa takut dan malu karena menyadari kondisi dirinya, yaitu telanjang. Perasaan ini belum pernah ia alami sebelumnya karena ia belum berbuat dosa. Dengan demikian, Alkitab secara jelas menjelaskan penyebab dan asal mula rasa takut tersebut.
Dosa merupakan penyebab munculnya ketakutan dalam diri manusia. Rasa takut tidak diciptakan oleh Tuhan sebelumnya, dan mereka hidup bahagia dalam suasana damai dengan Tuhan. Dosa telah membawa konsekuensi yang menyebabkan manusia merasa takut, menyadari bahwa mereka telah melanggar ketetapan Allah.
Paulus dalam Kitab Roma 3:23 juga menyatakan bahwa semua orang telah berbuat dosa sehingga kehilangan kemuliaan Allah. Dosa menjadikan manusia kehilangan kemuliaan tersebut.
Kemuliaan ini merupakan hak istimewa bagi manusia karena diciptakan dalam gambar dan rupa-Nya. Dosa tersebut memiliki dampak besar terhadap kehidupan Adam dan seluruh keturunannya.
Mereka menerima dan mewarisi dosa tersebut, yang membuat mereka cenderung melawan Tuhan dengan melakukan tindakan dosa.
Oleh karena itu, setiap individu yang berbuat kesalahan dan dosa akan merasakan ketakutan.
Ini terjadi karena ia sadar bahwa dirinya telah melakukan kesalahan dan menentang Allah. Allah telah menanamkan peraturan-Nya di dalam hati setiap manusia.
Akibatnya, manusia secara umum menyadari bahwa setiap tindakannya yang keliru dan kesalahan akan mendatangkan konsekuensi dari Tuhan.
Kesimpulan: Rasa Takut Menurut Alkitab
Seperti yang dijelaskan oleh Alkitab, rasa takut pertama kali dialami oleh Adam ketika tidak taat dan melanggar ketetapan Allah.
Meskipun begitu, Tuhan juga menanamkan hukumnya dalam hati nurani manusia, sehingga memungkinkan manusia untuk membedakan mana yang baik dan yang buruk. Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh nabi Yeremia: “Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka…” (Yeremia 31:33).
Dengan adanya pengertian tentang kebaikan dan keburukan, benar dan salah, Allah masih mengharapkan agar manusia yang berdosa berusaha untuk melakukan hal-hal yang baik.

