Hukum Taurat tidak menyelamatkan karena manusia terbatas sehingga tidak mampu menaati seluruh hukum-hukum itu dengan benar dan sempurna. Banyak orang bisa mengajar orang lain, tetapi tidak bisa mengajar dirinya sendiri, mereka mengajar jangan mencuri, tetapi mereka sendiri mencuri.
Israel bermegah dalam hukum Taurat, tetapi mereka menghina Allah dengan melanggar hukum Taurat itu.
Rasul Paulus memberikan pengajaran yang keras mengenai orang-orang Yahudi yang menganggap diri mereka suci dan benar di hadapan Allah. Padahal mereka tidak mempraktikkannya hukum itu dalam kehidupan sehari-hari.
Hukum Taurat Tidak Menyelamatkan
Kitab Roma 2:21 memberikan penjelasan mengenai sikap Paulus terhadap orang-orang Yahudi tersebut; Bagaimanakah kamu (orang Yahudi) bisa mengajar orang lain, tetapi kamu tidak bisa mengajar dirimu sendiri?
Dalam beberapa pengajarannya, Paulus memberikan kritik dan argumen yang keras mengenai sikap dari para nabi orang Yahudi. Mereka pandai mengajar orang lain, tetapi tidak bisa mengajar dirinya sendiri.
Ada banyak orang yang seolah-olah melakukan hukum Taurat, tetapi sebenarnya mereka menghina Allah. Karena pada faktanya, mereka tidak sesuai dengan Hukum Taurat itu.
Dalam kehidupan masa kini, ahli Taurat dan orang Farisi tercermin dalam sebagian kehidupan orang-orang Kristen. Banyak pemimpin rohani yang memang pandai mengajar, tetapi kehidupannya tidak menjadi contoh dan teladan bagi umat.
Mereka juga seolah-olah melakukan Firman, tetapi pada faktanya mereka menghina firman dan hukum-hukum Allah melalui perbuatannya.
Paulus menegur keras orang-orang yang melakukan tindakan seperti ini, terutama para Rabi Yahudi yang menjadi seorang pengajar. Mereka bermegah dan bersandar terhadap hukum itu, padahal hukum Taurat tidak menyelamatkan mereka.
Hukum Taurat Menunjukkan Dosa Mereka
Hukum Taurat justru menunjukkan keburukan hati dan hidup mereka, karena dosa-dosa mereka semakin jelas dan kelihatan. Seharusnya, mereka bermegah karena mereka benar-benar taat dan melakukan hukum itu dengan benar, bukan justru sebaliknya.
Roma 2:21-23 menjelaskan secara detail Bagaimana Paulus menunjukkan dosa-dosa mereka secara jelas. Mereka mengajar jangan mencuri, tetapi mereka sendiri mencuri, mereka juga mengajar supaya jangan berzinah, tetapi mereka juga melakukannya.
Ini adalah dua hal yang berkontraksi dan harusnya tidak terjadi. Apabila mereka menjadi seorang pengajar, maka sudah seharusnya mereka menaati hukum Taurat dengan benar dan dengan takut akan Allah.
Dalam kehidupan praktis, banyak sekali orang yang gagal dan berperilaku seperti orang-orang Yahudi ini. Mereka pandai mengajar tapi mereka sendiri melakukan dosa itu.
Selanjutnya Paulus mengatakan bahwa orang-orang Yahudi itu jijik terhadap berhala, tetapi mereka sendiri merampok dan mengambil isi dari rumah orang itu.
Mereka melakukan hal yang tidak seharusnya terjadi, inilah yang menjadi perhatian Paulus maka jumlah di rumah pada waktu itu.
Orang-orang Kristen Yahudi ada yang hidup semaunya sendiri, cara berbicara mereka seperti malaikat terang, tetapi pada dasarnya hidup mereka penuh dengan kegelapan.
Dalam kehidupan gereja masa kini, pasti ada juga orang-orang yang bertindak dan berperilaku seperti orang-orang Yahudi yang dimaksud oleh Rasul Paulus.
Mereka bertindak seperti Malaikat terang, tetapi pada dasarnya mereka adalah orang-orang yang berdosa. Percayalah kepada Allah, maka Dia akan meluruskan jalanmu.
Paulus mengatakan bahwa hukum Taurat tidak menyelamatkan Israel, tetapi justru menunjukkan dosa-dosa Israel di hadapan Allah secara terbuka. Dosa dan kejahatan mereka semakin jelas dan tidak bisa ditutupi lagi.
Pesan kepada Jemaat Masa Kini
Apa yang ingin Paulus ajarkan dan sampaikan kepada Jemaat dan juga kepada para pembaca masa kini dari Roma 2:17-2? Secara prinsip, Paulus sedang mengajarkan ketaatan yang mutlak kepada Allah.
Jika mereka bermegah dan bersandar kepada hukum Taurat, maka mereka harus benar-benar menaatinya dengan sempurna. Orang-orang Yahudi maupun bukan orang Yahudi harus hidup dalam pertobatan dan menghormati hukum-hukum Allah.
Orang-orang yang sudah bertobat harus bisa menanggalkan manusia lama mereka dan hidup di dalam Tuhan Yesus Kristus. Mereka harus selalu dalam pembaharuan, berubah dan mengarah kepada Kristus dan menjadi sempurna di dalam Dia.
Tidaklah mungkin orang-orang yang sudah percaya dan hidup di dalam Tuhan Yesus Kristus masih melakukan perzinahan, mencuri, korupsi atau tindak kejahatan yang lainnya.
Orang-orang yang melakukan perbuatan seperti ini adalah orang-orang yang menghina Allah. Mereka sepenuhnya belum bertobat dan belum lahir baru, tetapi berpura-pura seperti malaikat terang.
Padahal mereka sama seperti para nabi Yadi yang dimaksud oleh Paulus dalam Kita Roma pasal 2:17-24.
Hati dan mulut mereka busuk, mereka telah dikuasai oleh dosa.
Orang-orang seperti ini akan sulit untuk berubah dan bertobat. Biasanya mereka mengeraskan hati dan tidak mau mendengar nasehat dari orang lain.
Demikianlah penjelasan mengenai hukum Taurat tidak menyelamatkan Israel sebagaimana yang dijelaskan oleh Rasul Paulus. Hukum tersebut justru menunjukkan dosa-dosa orang Israel semakin nyata dan kelihatan. Keselamatan hanya melalui anugerah di dalam Yesus Kristus, karena hanya Dialah sumber hidup kita.






