Peranan teologi Kristen bagi gereja saat ini dapat dipahami sebagai upaya untuk mengenal, memahami, dan menjelaskan tentang Allah serta karya-Nya berdasarkan wahyu yang diberikan, khususnya melalui Alkitab. Istilah teologi sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu “theos” yang berarti Allah dan “logos” yang merujuk pada studi (ilmu) atau pemikiran.
Teologi juga dapat berarti suatu proses di mana kita memahami, menyusun, dan menjelaskan mengenai ajaran Alkitab tentang Allah, dosa, keselamatan, Roh Kudus, Gereja dan akhir zaman secara sistematis.
Teologi bisa didefinisikan dalam dua cara, yaitu secara sempit dan luas. Dalam pengertian sempit, teologi berarti ilmu yang mempelajari tentang Tuhan. Sedangkan dalam pengertian luas, teologi adalah ilmu yang mempelajari semua ajaran tentang kekristenan, bukan hanya pengetahuan tentang Tuhan saja.
Mengapa Peranan Teologi Sangat Penting?
Selama bertahun-tahun, teologi telah dianggap sebagai raja dari semua ilmu. Namun, ada beberapa orang yang menolak teologi sebagai ilmu. Penolakan ini muncul karena keragu-raguan apakah seseorang bisa mencapai kesimpulan yang dianggap pasti dan akurat.
Contohnya, seorang pemikir modern yang dipengaruhi oleh filsafat pragmatisme berpendapat bahwa teologi tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yang tetap dan pasti. Selain itu, ada teologi liberal yang tidak percaya bahwa ajaran dan isi Alkitab sebagai firman Tuhan itu benar.
Teologi Kristen sangat penting karena memiliki tujuan untuk menegaskan kebenaran bahwa Alkitab adalah Firman Tuhan dan sumber dari semua ilmu pengetahuan. Alkitab mengungkapkan tentang penciptaan langit, bumi, dan seluruh alam semesta.
Hal ini penting untuk dipahami bahwa langit dan bumi tidak muncul dengan sendirinya secara alami, tetapi ada sosok Ilahi yang menciptakannya. Seluruh alam semesta dan segala isinya diciptakan oleh Tuhan dalam waktu enam hari menurut yang tertera dalam Alkitab.
Tuhan yang Mahakuasa menciptakan alam semesta ini dengan penuh keteraturan, sehingga semuanya berfungsi dengan baik. Hingga saat ini dan sampai akhir zaman, semua itu sesuai dengan kehendak dan rencana-Nya.
Ketidakpercayaan zaman ini
Kebutuhan akan teologi Kristen bagi gereja saat ini adalah untuk menghadapi ancaman yang datang dari berbagai aliran filsafat. Misalnya, munculnya berbagai ide seperti ateisme, agnostisisme, panteisme, dan ajaran-ajaran menyimpang atau guru-guru palsu.
Jika seorang anak Tuhan tidak memiliki dasar iman yang kokoh, maka ia bisa dengan mudah terombang-ambing oleh berbagai ajaran yang menyesatkan (Ef. 4:14). Umat Tuhan memerlukan cara berpikir yang terstruktur berdasarkan firman Tuhan dalam Alkitab agar mereka bisa menjelaskan imannya dengan konsisten.
Jika seseorang tidak memiliki cara berpikir yang rapi dan jelas, ia akan merasa bingung saat menghadapi orang-orang yang berpikir dengan cara liberal, ateis, atau bahkan agnostik. Padahal anak-anak Tuhan harus siap setiap waktu untuk menjelaskan tentang iman, keyakinan, dan harapan yang mereka miliki (1 Ptr. 3:15).
Ini menunjukkan bahwa anak-anak Tuhan perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang teologi Kristen atau dasar-dasar pengajaran iman Kristen berdasarkan Alkitab. Hal ini sangat penting agar iman tetap tumbuh. Juga, untuk melindungi diri dari berbagai filosofi dan ajaran palsu yang mencoba merusak kebenaran firman Allah dalam Alkitab.
Baik secara sadar atau tidak, pemikiran dan kebijaksanaan duniawi telah merusak dan berusaha mengaburkan kebenaran ajaran Kristen.
Banyak orang pandai berbicara dan menggunakan logika berpikir mereka. Pengetahuan mereka digunakan untuk menyangkal adanya Tuhan dan mereka hidup sesuai dengan kebenaran versi mereka sendiri.
Peranan Teologi: Alkitab Adalah Sumber Utama
Orang-orang percaya harus memahami ajaran iman Kristen dengan benar. Para nabi, Tuhan Yesus, dan para rasul adalah telah menyampaikan kebenaran yang terdapat dalam Alkitab. Oleh karena itu, setiap orang percaya juga diberi tanggung jawab untuk menyatakan iman dan juga menjadi pengajar yang benar (2 Tim. 4:2; Tit. 1:9).
Kebutuhan akan teologi Kristen bagi gereja saat ini adalah sebagai dasar untuk mengajar dan memahami karya-karya Allah di dunia dan dalam kehidupan orang percaya. Allah tidak hanya menciptakan dan memelihara segala ciptaan, tetapi juga memperkenalkan diri-Nya kepada manusia yang berdosa.
Kesempurnaan Allah dapat dilihat dalam diri Tuhan Yesus Kristus, yang datang sebagai manusia, disalibkan, dan dikuburkan. Pada hari ketiga, Dia bangkit dari kematian dan naik ke surga.
Kematian Kristus memiliki makna penting dalam seluruh ajaran Alkitab, karena Injil yang kita beritakan adalah Injil keselamatan melalui Yesus Kristus.
Membahas tentang teologi Kristen berarti membahas seluruh pokok ajaran kekristenan. Dengan mengetahui dan meyakini tentang Injil keselamatan, maka mereka dapat dimerdekakan. Bukan hanya itu, mereka yang sudah percaya harus bisa bertahan dari serangan si jahat, ajaran-ajaran sesat, dan filosofi duniawi.
Teologi Kristen adalah pengajaran dasar yang melindungi kebenaran dalam Alkitab, agar ajaran Kristen tetap bersih dan bersumber dari Alkitab. bukan dari asumsi, tradisi dan filosofi dunia yang menggunakan akal mereka untuk membenarkan perilaku mereka.
Memiliki pikiran dan informasi itu sangat krusial, tetapi memanfaatkan informasi tersebut sambil melupakan kebenaran yang terdapat dalam Alkitab adalah tidak tepat.
Ini adalah hal yang harus diperhatikan oleh umat Tuhan dan gereja saat ini. Ada banyak tantangan yang berusaha mengubah posisi teologi Kristen sebagai landasan utama dalam pengajaran.
Apabila ada pengajaran di gereja yang tidak lagi bersumber dari Alkitab yang merupakan wahyu dari Tuhan, maka ajaran gereja tersebut sudah kehilangan keasliannya. Ini dapat menjadi ancaman karena ajaran Kristen mungkin akan digantikan oleh pemikiran dan kebijaksanaan dunia yang ada.
Kesimpulan: Peranan Teologi
Peranan teologi sangat penting sekali dalam menjelaskan doktrin gereja secara mendasar, terstruktur dan sistematis, sehingga pengajaran mudah untuk disampaikan. Perlu diingat, semua pengajaran teologi bersumber dari Alkitab dan disusun secara sistematis.
Mempelajari teologi Kristen seharusnya menjadi fokus utama bagi umat Tuhan dan gereja-gereja masa kini. Gereja perlu menjalankan perannya dengan baik, tidak hanya terpusat pada ibadah, tetapi juga dalam menyampaikan ajaran tentang iman Kristen.
Tujuannya ialah agar jemaat dapat maju dalam pemahaman dan pengetahuan tentang Firman Tuhan yang terdapat dalam Alkitab dengan cara yang benar. Gereja juga seharusnya berperan sebagai tempat untuk menyelesaikan konflik dan permasalahan sehari-hari yang dialami jemaat, berlandaskan teologi Alkitab.
Lebih baik, disediakan kelas-kelas khusus di gereja untuk mengajarkan jemaat tentang teologi dan doktrin-doktrin pokok dalam kekristenan. Ini akan membantu jemaat dalam memahami dan mengenali ajaran-ajaran penting yang terkandung dalam Alkitab.
Ajaran-ajaran tersebut sangat berharga dan dapat mendukung pertumbuhan iman jemaat serta melindungi mereka dari ajaran yang keliru sebagai cara untuk mengatasi permasalahan praktis dalam kehidupan sehari-hari.

