Memilih pasangan hidup yang sepadan, takut akan Tuhan, dan sepakat dalam misi yang sama dalam membangun bahtera rumah tangga membutuhkan doa dan pertolongan Tuhan. Pasangan hidup adalah pilihan diri sendiri, dan kita meminta Tuhan memberkatinya.
Oleh karena itu, perlu waktu dan doa serta pertimbangan yang tepat. Milikilah hati yang lembut, tidak tergesa-gesa dan jangan melihat apa yang tampak dari luar, tetapi pekalah terhadap suara Tuhan.
Seiring berjalannya waktu, Tuhan akan memberikan kebijaksanaan dan kepekaan agar semua keraguan yang muncul di dalam diri kita dapat terjawab. Sebagai manusia biasa, keinginan untuk memiliki pasangan yang saling memahami dan melengkapi adalah harapan banyak orang, meskipun kadang muncul perasaan ragu.
Apa itu Pasangan Sepadan?
Dalam Alkitab, “pasangan yang sepadan” ditemukan dalam Kejadian 2:18: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” Kata “penolong dalam bahasa Ibrani adalah “ezer” sedangkan kata
“sepadan” adalah “kenegdo.”
Dalam beberapa bagian Alkitab, kata “ezer” sendiri juga digunakan untuk Allah sebagai penolong manusia. Jadi, maknanya adalah:
- penolong yang kuat
- penopang
- partner yang memberi dukungan nyata.
Kata Ibrani “Kenegdo” yang diterjemahkan “sepadan” dapat berarti:
- setara dengannya
- berhadapan dengannya
- sesuai atau cocok dengannya.
Makna pasangan sepadan bukan berarti inferior atau superior, melainkan pribadi yang setara, satu tujuan dan saling melengkapi. Kejadian 2:24 menjelaskan lebih detail, bahwa mereka menjadi “satu daging”.
Artinya mereka memiliki kesatuan hidup, keterikatan emosional dan spiritual, serta komitmen perjanjian (covenant) untuk bersama sampai maut memisahkan.
Jadi, pasangan hidup yang sepadan adalah dua pribadi yang bersepakat, memiliki kecocokan nilai dan tujuan hidup. Ini berarti mereka akan saling mendukung pertumbuhan emosional dan spiritual, sera berkomitmen membangun kesatuan hidup dalam kasih dan tanggung jawab.
Keyakinan dan Kebimbangan
Untuk semua pasangan muda, bagi yang baru pacaran atau yang sudah lama pacaran, seiring waktu biasanya muncul perasaan bimbang. Dalam masa-masa pacaran tersebut mungkin ada yang mengalami atau merasakan kurang percaya atau tidak yakin dengan pasangan kalian sendiri.
Hal semacam ini bisa saja disebabkan sikap dan karakternya yang berubah-ubah, atau seiring waktu tiba-tiba muncul perasaan tidak yakin begitu saja. Apa yang harus dilakukan? Tetaplah berdoa dan meminta petunjuk dari Tuhan.
Jangan mengambil tindakan atau keputusan ketika keadaan atau suasana hati sedang kacau. Jika dengan berjalannya waktu perasaan ragu dan kurang percaya tersebut semakin kuat, maka tetaplah berdoa dan mencari informasi mengenai pasanganmu.
Hal ini penting sekali supaya ketika sudah menikah, kita tidak mengatakan bahwa dia bukan pasangan yang sepadan. Sikap seperti ini yang sering keliru, karena janji dalam pernikahan adalah bukti bahwa kalian sudah menentukan, sepaham dan pada akhirnya menikah.
Karena sudah yakin dan saling percaya, maka pemberkatan nikah dilakukan. Apabila nantinya terjadi persoalan-persoalan yang lain setelah pernikahan, maka ini bukan masalah pasangan yang tepat atau tidak tepat.
Ingatlah cinta kasih yang murni selalu menuntut pembuktian dan pengorbanan, pembuktian yang murni ini dilakukan ketika mereka sudah menikah. Mereka akan saling mengerti tentang karakter dan sikap pasangannya, mereka harus lebih sabar, harus saling dewasa dan mereka harus bisa menyelesaikan masalah yang mereka hadapi.
Oleh sebab itu, sebelum menikah hendaknya untuk terus berdoa, bergumul dan melibatkan Tuhan dalam menentukan pasangan hidup. Harapannya adalah pasangan yang kita pilih nantinya bisa menjadi pasangan yang ideal dan saling melengkapi.
Ada beberapa hal yang bisa dilakukan ketika hatimu tidak yakin atau tidak mempercayai pasanganmu adalah pasangan yang tepat.
Memilih Pasangan Hidup
1. Cara memilih Pasangan Hidup: Berdoa kepada Tuhan
Berdoa kepada Tuhan adalah pilihan terbaik untuk kita bertanya, meminta petunjuk dan tergantung kepada Tuhan. Bahkan dalam menentukan pasangan hidup, dan juga harus bertanya kepada Tuhan apakah dirinya orang yang layak dan tepat untuk mendampingi kita.
Kebanyakan orang ketika menentukan pasangan itu hanya fokus kepada fisik dan bukan kepada karakter dan sikap. Padahal, 90% dari kehidupan keluarga selalu berhubungan dengan karakter dan sikap.
Oleh sebab itu, dalam menentukan pasangan hidup harus memilih orang yang bisa menerima dan memahami masing-masing karakter. Segala bentuk pertengkaran dalam rumah tangga sangat berhubungan dengan sikap dan karakter dari masing-masing.
Dengan berlutut dan berdoa kepada Tuhan, kita dapat memohon agar diberikan pendamping hidup yang setara, yaitu seseorang penolong yang mampu saling mengerti, saling menghargai, dan saling mendukung. Apabila kita merasa ragu terhadap pasangan, sebaiknya berdoa dan meminta petunjuk dari-Nya supaya diberikan kebijaksanaan untuk mengatasi berbagai keraguan tersebut.
Tanpa berdoa, maka setiap keputusan yang diambil hanya hasil pilihan dari diri sendiri dan terkait dengan keinginan serta kehendak pribadi. Namun ketika mengandalkan Tuhan, maka kita akan dipimpin dan diberi kepekaan oleh Roh Kudus.
2. Apakah memiliki visi yang sama
Munculnya keraguan terhadap pasangan pada umumnya disebabkan oleh sikap yang berubah atau karena ada visi misi yang berbeda. Sebaiknya, dalam menentukan dan memilih pasangan hidup kalian harus memiliki visi yang sama.
Hal ini bertujuan supaya nantinya bisa saling mendukung, saling memberi support dan melakukan banyak hal di masa depan dengan bersama-sama. Memiliki visi dan tujuan yang sama adalah cara terbaik untuk membangun sebuah keluarga yang bahagia.
Tanpa memiliki visi dan tujuan yang sama, maka pasangan akan sulit bekerja sama. Hal ini memungkinkan muncul berbagai perbedaan-perbedaan pendapat yang berujung pada pertengkaran. Perbedaan tersebut bisa menimbulkan sikap saling egois dan tidak saling percaya.
Oleh sebab itu, kenali dengan hati-hati; mengapa kalian ragu terhadap pasangan sendiri?
3. Apakah saling mendukung dan melengkapi
Menentukan dan memilih pasangan hidup yang tepat juga bisa dilakukan dengan saling mendukung dan saling melengkapi. Oleh sebab itu, tanyakan dalam hati diri sendiri; Apakah kalian sudah saling mendukung dan saling melengkapi?
Jika tidak, mungkin ini juga yang menjadi alasan kalian belum yakin dan ragu terhadap pasangan kalian sendiri. Memiliki pasangan yang saling mendukung dan saling menerima memang tidak mudah, Ini membutuhkan perjuangan dan proses yang cukup lama.
Setiap orang memiliki karakter dan kepribadian yang berbeda-beda, dan hal ini dipengaruhi oleh latar belakang keluarga, pendidikan dan juga lingkungan sosial.
Oleh karena itu, membangun kepercayaan dan saling mendukung adalah cara yang tepat untuk membangun sebuah keluarga yang baik. Sebelum melakukan pemberkatan nikah, kalian harus belajar untuk saling mendukung, beri support dan saling melengkapi.
Dukungan dan support akan memberikan kepercayaan yang lebih kepada pasangan. Ini juga bisa menjadi bukti bahwa kalian benar-benar berjuang bersama dan saling mendukung. Jika pasanganmu tidak mendukung dan memberi support, maka ada sesuatu yang berbeda di sini.
Idealnya, carilah pasangan yang selalu mendukungmu dan memberi support, sehingga kalian bisa melangkah bersama dan bekerja sama.
4. Tetap setia ketika berada pada titik terendah
Menemukan pasangan yang tetap setia ketika berada pada titik terendah memang tidaklah mudah. Sering kali, ketika kita berada dalam puncak kesuksesan dia setia, namun ketika kita berada di bawah mereka akan meninggalkan kita. Ini adalah fakta dan kenyataan dari perjalanan hidup.
Meskipun demikian, kamu tidak perlu khawatir, karena masih banyak orang baik dan orang yang setia di dalam dunia ini. Oleh sebab itu, ketika menentukan pasangan hidup maka carilah orang yang setia dan yang siap menemani kamu ketika berada di bawah.
Ingatlah, bahwa tidak semua orang mau menemani ketika berada di bawah, sehingga harus hati-hati sekali dalam menentukan dan memilih pasangan hidup. Tujuannya supaya kita tidak menyesal ketika sudah menikah nanti. Sebab apa sudah dipersatukan oleh Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia. Pernikahan itu kudus, sebagaimana Allah yang menetapkan dan memberkati pernikahan itu juga Suci dan Kudus.
Menghormati pernikahan sama halnya dengan menghormati kesucian dan kekudusan dari Allah. Melibatkan Tuhan dalam dalam mencari dan menemukan pasangan itu adalah pilihan utama. Bukankah Dia juga yang memberikan pasangan kepada Adam? Jika demikian, kita juga harus bergantung dan mempercayakan kepada-Nya.
Kesimpulan: Memilih Pasangan Hidup
Memilih pasangan hidup yang sepadan bukan sekadar mencari seseorang yang menarik secara fisik atau menyenangkan secara emosional, melainkan mencari pribadi yang memiliki kesamaan nilai, tujuan hidup, iman, dan komitmen untuk membangun rumah tangga bersama di hadapan Tuhan.
Dalam Alkitab, konsep pasangan yang sepadan berasal dari Kejadian 2:18, di mana Allah menciptakan “penolong yang sepadan,” yaitu pribadi yang setara, saling melengkapi, dan dipersatukan dalam kasih serta tujuan hidup yang sama.
Karena pernikahan adalah hubungan kudus dan merupakan perjanjian seumur hidup, maka memilih pasangan harus dilakukan dengan doa, pertimbangan yang matang, dan kepekaan terhadap pimpinan Tuhan.
Keraguan dalam masa pacaran dapat terjadi, tetapi hal tersebut perlu disikapi dengan bijaksana melalui doa, pengenalan karakter, komunikasi yang sehat, serta melihat apakah pasangan memiliki visi, dukungan, dan kesetiaan yang nyata.
Pasangan hidup yang sepadan adalah dua pribadi yang:
- takut akan Tuhan,
- memiliki visi dan misi yang sama,
- saling mendukung dan melengkapi,
- mampu bertumbuh bersama secara emosional dan spiritual,
- serta tetap setia dalam segala keadaan, baik suka maupun duka.
Dengan melibatkan Tuhan dalam proses memilih pasangan hidup, seseorang akan memperoleh hikmat, kepekaan, dan keyakinan dalam menentukan pilihan yang tepat.
Harapannya, pernikahan yang dibangun tidak hanya membawa kebahagiaan, tetapi juga menjadi keluarga yang diberkati, harmonis, dan memuliakan Tuhan.
Semoga artikel ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan mengenai cara dalam menentukan dan memilih pasangan hidup yang tepat, yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Dengan demikian, keluarga kita diberkati secara berlimpah-limpah oleh Tuhan.

