Mata adalah pelita tubuh: Renungan Kristen 25 Juli 2026

Mata adalah pelita tubuh

Mata adalah pelita tubuh, jika matamu baik maka teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat maka gelaplah seluruh tubuhmu (Luk. 11:34). Mata adalah bagian penting pada tubuh manusia. Karena memiliki banyak fungsi dan peran untuk membantu manusia melakukan banyak aktivitas dan berbagai pekerjaan.

Bacaan dari Lukas 11:33-36.

Read More

Ayat 33-34:

“Tidak seorang pun yang menyalakan pelita lalu meletakkannya di kolong rumah atau di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk, dapat melihat cahayanya. Matamu adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu.”

Ayat 35-36:

“Karena itu perhatikanlah supaya terang yang ada padamu jangan menjadi kegelapan. Jika seluruh tubuhmu terang dan tidak ada bagian yang gelap, maka seluruhnya akan terang, sama seperti apabila pelita menerangi engkau dengan cahayanya.”

Dengan mata manusia, kita bisa berjalan tanpa harus tersandung atau menabrak sesuatu. Mata ada pelita bagi tubuh kita, apa jadinya jika manusia tidak memiliki mata? Tentu saja manusia akan banyak mengalami kesulitan, karena seluruh aktivitas dan kegiatan manusia sehari-hari membutuhkan mata.

Kitab Lukas mengingatkan kita hari ini, jika seluruh matamu jahat maka gelaplah seluruh tubuhmu! Hati-hati dengan keinginan mata, bahwa dengan melihat bisa melahirkan banyak dosa. Bacaan firman hari ini terambil dari Lukas 11:33-36.

Mata adalah pelita tubuh

Renungan Kristen hari ini membahas tentang “Mata adalah pelita tubuh”. Kalimat tersebut berarti bahwa tanpa mata maka manusia tidak bisa melihat dan tidak berjalan dengan leluasa. Ini adalah gambaran dari sifat rohani, jika manusia tidak memiliki mata hati, maka ia tidak bisa melihat kebenaran.

Jika matamu baik, maka teralah seluruh tubuhmu. Artinya jika mata rohani kita sehat, maka kita bisa berjalan di dalam kebenaran dan terang Yesus Kristus..

Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menaruhnya di tempat tersembunyi atau di bawah tempat tidur, melainkan ia menaruhnya di atas kaki dian, supaya semua orang dapat melihat terang itu.

“Matamu adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, seluruh tubuhmu akan menjadi terang; tetapi jika matamu jahat, seluruh tubuhmu akan menjadi gelap”. Jika seseorang tidak memiliki mata rohani, maka dia tidak bsia melihat kebenaran, sehingga gelaplah jalan orang itu.

Sebab itu, perhatikanlah supaya terang yang ada padamu tidak menjadi kegelapan. Jika seluruh tubuhmu terang, tanpa ada bagian yang gelap, maka seluruh tubuhmu akan bercahaya, sebagaimana pelita yang menerangi engkau dengan sinarnya.

Pelita adalah terang atau Kebenaran

Tuhan Yesus menggunakan perumpamaan tentang pelita yang dinyalakan untuk memberikan gambaran mengenai kebenaran atau terang.

Pelita yang dinyalakan pastilah ditempatkan di tempat yang dapat dilihat oleh semua orang, bukan disembunyikan. Ini menunjukkan bahwa kebenaran haruslah dinyatakan dan diperlihatkan kepada orang lain.

Mata sebagai Penyaring Kebenaran

Yesus menyatakan bahwa “mata adalah pelita tubuhmu”. Mata di sini dapat dipahami sebagai penyaring atau penilai yang mengizinkan terang (kebenaran) masuk ke dalam diri seseorang.

Jika matamu baik dan bersih maka bisa melihat dan menerima kebenaran dan memahami jalannya. Namun, jika matamu jahat atau kotor, berarti pikiran dan hati telah dipengaruhi oleh kegelapan atau kejahatan.

Akibatnya, kebenaran tidak dapat diterima dengan baik.

Mata adalah pelita tubuh: Sehat secara Rohani

Pernyataan mengenai “Jika matamu baik maka seluruh tubuhmu akan menjadi terang” menunjukkan pentingnya kesehatan rohani. Ketika kita menerima dan mengikuti kebenaran dengan sungguh-sungguh, hal itu akan tercermin di dalam seluruh perilaku dan tindakannya.

Pada akhirnya kita akan menjadi “terang” bagi keluarga dan orang-orang yang ada di sekitar. Yesus mengajarkan bahwa pentingnya menjaga kebersihan mata rohani agar dapat menerima dan memahami kebenaran firman-Nya dengan baik.

Meskipun terkadang mengalami banyak tantangan dan kesulitan hidup, tetaplah menjadi terang. Percayalah bahwa di dalam segala perkara TUHAN akan selalu memberikan kekuatan dan pertolongan.

Renungan pada hari ini mengingatkan kita semua supaya hati-hati menggunakan mata yang Tuhan berikan. Dengan demikian, kita dapat menjadi saksi dan terang bagi dunia. Ingatlah bahwa Tuhan adalah sumber hidup kita.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *