Beribadahlah kepada TUHAN berarti umat Tuhan memiliki waktu untuk datang kerumah Allah dengan penuh dengan sukacita dan ucapan syukur (Mazmur 100:2). Ibadah adalah perintah dan ketetapan hukum Allah. Meskipun demikian, Allah menghendaki ketulusan dan bukan rutinitas ibadah belaka.
Menurut KBBI online, kata “beribadah” berasal dari kata dasar “ibadah”. Kata ini berarti perbuatan untuk menyatakan bakti kepada Allah dengan rasa hormat, tunduk, dan taat dalam melakukan perintah-Nya.
Jadi, kata “beribadah” dapat diartikan sebagai tindakan beribadah atau bersekutu dengan Allah dengan penuh hormat, tunduk dan taat dalam melaksanakan hukum-hukum-Nya. Pertanyaannya, sudahkan kita benar-benar beribadah dengan penuh hormat, tunduk dan taat pada hukum-hukum Allah?
Renungan Pagi: “Beribadahlah Kepada Tuhan”
Renungan pagi ini mengajak kita semua untuk merenung dan mengambil saat teduh sejenak, mari kita baca Mazmur 100:1-5. Mazmur ini merupakan mazmur pujian terbaik untuk menyatakan korban syukur kepada Allah.
Selain itu, mazmur ini juga menekankan tentang pemerintahan dan kedaulatan Allah Yang Maha Tinggi. Ada hal yang cukup menarik sekali, karena Allah digambarkan sangat baik dan juga setia sampai selama-lamanya. Oleh sebab itu, secara historis mazmur ini kemungkinan digunakan dalam ibadah di Bait Suci ketika umat Allah membawa korban syukur.
Melihat latar belakang historis tersebut, “Beribadahlah kepada Tuhan” adalah sebuah keharusan. Hal ini juga disampaikan oleh kitab Ibrani, supaya kita jangan menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah (Ibrani 10:25).
Berbicara tentang ibadah, kami teringat kepada seorang petani yang menanam pohon mangga di halaman rumahnya. Setiap hari petani itu selalu menyiram pohon mangganya dengan setia. Hari berganti hari dan minggu berganti minggu pohon mangga tersebut belum terlihat pertumbuhannya.
Ada banyak tetangganya yang meragukan mengenai pohon mangga yang ditanamnya. Meskipun demikian, petani tersebut terus menyiramnya, ia tahu bahwa akar di dalam tanah terus berkembang dan nantinya pohon yang di tanamnya akan bertumbuh dan berbuah.
Benar saja, setelah tahun berganti tahun, selama 5 tahun, pohon mangganya benar-benar berbuah manis, dan banyak tetangganya juga menikmati buah itu. Kebanyakan orang hanya melihat hasil akhirnya, tetapi tidak melihat kesetiaannya petani yang menyiramnya ribuan kali sampai pohon itu tumbuh besar dan menghasilkan buah.
Demikian juga ketika kita beribadah kepada Tuhan, terkadang ketika berdoa, membaca firman, beribadah dan memuji Tuhan tidak ada perubahan besar dalam hidup kita. Tetapi sebenarnya, ketika kita setia beribadah, iman terus tumbuh dari dalam.
Mungkin pertumbuhannya tidak langsung terlihat, tetapi pada waktunya nanti, kedewasaan rohani, karakter, sikap dan perilaku kita akan menghasilkan buah yang manis.
Renungan Pagi: Struktur Mazmur 100:1-5
Mazmur 100:1-5 memiliki struktur yang unik dan juga jelas. Pertama, Ayat 1-2 terlihat jelas mengajak semua anak-anak Allah di seluruh bumi untuk beribadah kepada Tuhan dengan sukacita dan dengan bersorak-sorai.
Kedua, di ayat 3 kita diajak untuk menyembah Allah. Alasannya adalah Tuhanlah Allah, Dia yang menciptakan dan sesungguhnya manusia adalah milik-Nya, kita adalah kawanan domba gembalaan-Nya.
Ketiga, kita diajak untuk masuk pelataran-Nya dengan nyanyian syukur dan dengan puji-pujian. Mazmur mengajak kita untuk memuji dan bersyukur kepada-Nya.
Keempat, mazmur juga menyebutkan alasan mengapa kita harus bersyukur; sebab Tuhan itu baik, Dia setia, dan kesetiaan-Nya sampai selama-lamanya.
Dari keempat hal tersebut, maka kita dapat menyimpulkan bahwa dengan beribadah kepada Tuhan maka orang-orang percaya akan memiliki kesadaran bahwa Tuhan itu sangat baik. Dengan demikian, orang percaya dapat datang beribadah, membawa korban syukur dan memuji Allah dengan penuh sukacita.
Dalam hidup ini, ada banyak hal yang terkadang membuat kita lupa untuk beribadah dan bersyukur kepada Tuhan. Ketika persoalan datang, sakit penyakit menimpa, keluarga tidak harmonis atau keuangan sedang sulit, kita justru menjauh dari ibadah. Ini adalah tindakan yang salah.
Mazmur mengingatkan bahwa kedewasaan iman terjadi ketika seseorang rajin beribadah, iman akan terus tumbuh ketika kita membangun hubungan atau persekutuan yang dekat dengan Allah. Jika kita menjauh dari ibadah dan kasih-Nya, maka hati-hatilah, jangan sampai kuasa si jahat berkuasa atas hidupmu!
Kesimpulan: “Beribadahlah Kepada Tuhan”
Mazmur 100:1-5 mengingatkan kita bahwa beribadah dan menyembah Tuhan bukan hanya fokus pada kewajiban saja. Ibadah merupakan ungkapan syukur atas kebaikan, kasih, dan perlindungan Tuhan dalam hidup kita.
Penulis mazmur mengundang umat Tuhan untuk mendekat kepada-Nya dengan penuh suka cita dan nyanyian pujian. Ingatlah bahwa Tuhan adalah Pencipta dan hidup kita adalah milik-Nya. Dia adalah Gembala yang selalu menjaga kita.
Melalui gambaran seorang petani yang setia memberi air pada pohon mangga, kita memahami bahwa ketekunan dalam beribadah mungkin tidak selalu memperlihatkan hasil secara langsung.
Namun, saat kita terus berdoa, mempelajari firman Tuhan, memuji-Nya, dan berkomunikasi dengan-Nya, iman kita sedang berkembang dan berakar lebih dalam. Pada waktunya, perkembangan rohani tersebut akan memberikan hasil buah yang nyata melalui sikap dan karakter kita.
Oleh karena itu, jangan biarkan kesulitan hidup seperti masalah ekonomi, penyakit, atau masalah keluarga memisahkan kita dari kasih Tuhan. Justru pada setiap situasi, kita diajak untuk tetap setia beribadah dan bergantung kepada-Nya.
Sebab Tuhan itu baik, kasih-Nya abadi, dan kesetiaan-Nya tetap ada dari generasi ke generasi. Ayo kita menghampiri Tuhan dengan hati yang penuh rasa syukur dan terus beribadah kepada-Nya dengan penuh kebahagiaan, karena Dia adalah sumber kehidupan dan harapan kita. Baca Juga Kristus adalah sumber hidup kita.

