Percaya kepada Allah: Renungan Kristen 18 Juli 2026

Percaya kepada Allah

Percaya kepada Allah berarti mempercayakan semua hal di mulai dari masalah finansial, ekonomi, pekerjaan, pasangan dan juga masa depan kepada Allah. Ini bukan kepercayaan yang buta, melainkan keyakinan berdasarkan iman bahwa Allah mengasihi dan memelihara kehidupan umat-Nya.

Mazmur 78 menjelaskan dan juga mengingatkan mengenai betapa pentingnya mengajarkan perbuatan-perbuatan ajaib Allah di dalam sejarah, supaya generasi muda percaya kepada-Nya.

Read More

Dengan mengajarkan perbuatan-perbuatan Allah besar maka angkatan yang baru dapat mengenal dan bergantung kepada Allah sepenuhnya.

Mazmur 78:7:

“Supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah dan tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah, tetapi memegang perintah-perintah-Nya”.

Mazmur 78 merupakan nyanyian pengajaran Asaf yang bertujuan untuk memperkenalkan Allah kepada anak-anak muda. Siapakah Asaf sebenarnya? Pada zaman raja Daud, Ia memilih orang-orang Lewi untuk menjadi pemimpin pujian di Kemah Suci sampai kepada zaman Salomo menjadi raja.

Menaruh Kepercayaan kepada Allah

Tema : Percaya kepada Allah Renungan Kristen 18 Juli 2026 Bacaan Mazmur 78:1-7

Renungan pagi hari ini mengajak kita semua untuk menaruh kepercayaan kepada Allah. Asaf adalah salah satu orang-orang pilihan Daud tersebut. Di dalam 2 Tawarikh 29:30 Asaf juga disebut dengan pelihat, kata “pelihat” adalah sebutan lain bagi para nabi di dalam Perjanjian Lama. Asaf berasal dari suku Lewi dan kemungkinan besar juga adalah seorang nabi.

Sebagai seorang pemimpin pujian di Kemah Suci dan sebagai nabi maka mazmur-mazmur Asaf banyak menyatakan tentang pengajaran dan hukuman. Misalnya dalam Mazmur 83 yang berisi kutukan bagi bangsa Edom, orang Ismael, Moab, orang Hagar, Gebal, Amon, Amalek, Filistea dan Tirus.

Sebagai seorang abdi Tuhan, Ia banyak menyatakan kebenaran kepada orang-orang Israel. Tujuannya supaya mereka tidak melupakan pekerjaan-pekerjaan di dalam sejarah nenek moyang mereka dan membuat mereka setia.

Di dalam Mazmur 78:7 menunjukkan bahwa ada satu kerinduan yang besar di dalam diri Asaf sebagai pemimpin rohani untuk membuat umat Israel menaati perintah-perintah Allah.

Belajar Percaya Kepada Allah

Mazmur 78:7:

Supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah dan tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah, tetapi memegang perintah-perintah-Nya.

Perhatikan teks ayat tersebut, “supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah”. Ada satu persoalan yang terkadang sering muncul dan menjadi problem bagi umat Allah dan orang-orang percaya masa kini.

Persoalan tersebut adalah mengandalkan diri sendiri. Manusia sering lupa dan tidak menaruh kepercayaan kepada Allah karena dirinya merasa mampu untuk melakukannya sendiri. Asaf mengingatkan kembali bahwa tanpa Tuhan sebenarnya manusia tiada dapat melakukan apa-apa.

Bukankah manusia itu hanya debu tanah? Oleh sebab itu, dalam hal sekecil apa pun jangan pernah berjalan sendiri. Libatkanlah TUHAN dalam setiap rencana dan persoalan hidupmu, Ia akan selalu menuntun dan menolongmu asalkan engkau setia kepada-Nya.

Taat dan Memegang perintah-Nya

Mazmur 78:7:

“Supaya mereka menaruh kepercayaan kepada Allah dan tidak melupakan perbuatan-perbuatan Allah, tetapi memegang perintah-perintah-Nya.”

Perhatikan teks ayat ini, “tetapi memegang perintah-perintah-Nya”. Ayat mengingatkan umat Tuhan dan orang-orang percaya masa kini, bahwa mereka sering mengabaikan firman dan perintah-Nya.

Diakui atau tidak, banyak orang Kristen yang gagal dalam menaati perintah-perintah Allah di dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai seorang pemimpin rohani, Asaf memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memberikan pengajaran dan juga nasehat.

Bagaimana dengan kehidupan kita sampai hari ini? Apakah kita sudah bergantung dan percaya kepada Allah dan memegang perintah-perintah-Nya di dalam kehidupan sehari-hari? Percayalah bahwa selalu ada berkat bagi orang yang setia kepada firman-Nya.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *