Saksi Mata Natal: Siapa Saksi Kelahiran Yesus?

Saksi mata natal

Saksi mata natal adalah mereka yang memberitakan dan melihat kelahiran Yesus, mereka adalah malaikat Gabriel dan bala tentara surga serta para gembala. Selanjutnya ada juga orang-orang majus yang datang dari Persia untuk menyaksikan kelahiran Yesus Kristus di Bethlehem.

Semua saksi mata natal menyambut kelahiran Mesias dengan hati yang sukacita dan bahagia, mereka menyembah dan bersorak-sorai. Kitab Matius juga menjelaskan bahwa Yehuda bukanlah sekali-kali yang terkecil, karena dari padanyalah akan bangkit seorang pemimpin yang akan menggembalakan Israel.

Sebagaimana nubuat para nabi, bahwa sang Mesias akan lahir dari keturunan Daud dan berasal dari suku Yehuda. Kelahiran sang Mesias juga sudah dinubuatkan oleh para nabi dan tertulis dalam kitab-kitab Perjanjian Lama.

Oleh sebab itu, kelahiran Yesus yang dituliskan dalam Injil Matius merupakan penggenapan dari nubuat-nubuat para nabi dalam Perjanjian Lama yang sudah diberitakan pada zaman dahulu.

Saksi Mata Natal

Apa pentingnya saksi mata natal bagi kehidupan orang Kristen masa kini? Ini adalah pertanyaan klasik yang sebenarnya tidak perlu lagi dipertanyakan. Walaupun demikian, penting juga untuk membahas secara singkat supaya umat Tuhan juga memahami mengenai peristiwa kelahiran Yesus.

Bukti kelahiran Yesus Kristus tidak perlu diragukan lagi. Karena bukti-bukti mengenai kelahiran Mesias juga sudah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama.

Bukti-bukti lain yang mendukung dan menjadi saksi natal (kelahiran Yesus) berdasarkan sumber Perjanjian Baru. Mereka adalah para malaikat, para gembala dan juga orang-orang majus.

1. Saksi Mata Natal Pertama: Para Malaikat

Saksi mata natal yang pertama adalah Malaikat Gabriel dan bala tentara surga. Mengapa para malaikat dan bukan manusia? Hal tidaklah perlu untuk diperdebatkan, karena rencana Allah datang ke dunia menjadi manusia sudah diberitakan oleh para nabi.

Dalam kitab Lukas 1: 26, Allah mengutus malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea yang bernama Nazaret itu. Gabriel mendapat perintah untuk menemui seorang perawan tunangan Yusuf yang bernama Maria.

Selanjutnya Gabriel juga yang memberitakan berita kedatangan Mesias kepada Maria, bahwa ia akan mengandung seorang anak laki-laki dan ia harus menamai Dia Yesus. Dia akan menjadi besar dan disebut sebagai Anak Allah Yang Maha Tinggi.

Maria mengandung bukan karena hubungan seksual seperti pada umumnya, melainkan ia mengandung karena Roh Kudus dan kuasa Allah Yang Maha Tinggi yang menaunginya.

Selain itu, Gabriel juga memberitakan kelahiran Mesias kepada Yusuf melalui mimpi, supaya ia tidak takut mengambil Maria menjadi istri karena ia akan mengandung dari Roh Kudus. Lalu Yusuf melakukan perintah Gabriel dan mengambil Maria menjadi istri.

2. Saksi Kedua: Para gembala

Saksi mata natal yang kedua adalah para gembala di padang. Lukas 2:8-20 menceritakan mengenai gembala-gembala yang sedang menjaga kawanan domba di padang. lalu datanglah malaikat Tuhan di dekat mereka sehingga gembala-gembala itu menjadi ketakutan.

Lalu malaikat itu berkata “jangan takut”, ia memberitakan kabar sukacita kepada gembala dan segala bangsa. Bahwa hari ini telah lahir bagimu juruselamat manusia, yaitu Yesus Kristus.

Maka bersukacitalah gembala-gembala itu dan mereka pergi ke Bethlehem untuk melihat apa yang telah mereka dengar dari para malaikat itu.

3. Saksi Ketiga: Orang-Orang Majus

Saksi mata natal yang ketika adalah orang-orang majus dari Persia. Alkitab tidak memberitakan secara jelas mengenai asal-usul orang-orang majus tersebut. Namun nampaknya mereka datang dari tempat yang jauh, yaitu dari wilayah Peria.

Orang-orang majus adalah orang-orang cendekia yang ahli dalam ilmu astrologi pada waktu itu. Dari mana orang-orang majus ini mengetahui mengenai nubuat bahwa pada waktu itu akan lahir seorang Mesias?

Pertanyaan juga bisa menambah wawasan umat Tuhan, bahwa ada bangsa-bangsa lain yang bukan dari suku Israel datang untuk menyembah sang Mesias itu.

Peristiwa pembuang Israel menjadi alasan pertama mengapa orang-orang majus mengetahui tentang nubuat kelahiran Mesias yang tertulis dalam kitab nabi-nabi. 70 tahun Israel berada dalam pembuangan karena dosa-dosa mereka.

Pada zaman nabi Yeremia, kerajaan selatan di kalahkan oleh kerajaan Babel. Lalu mereka di bawa ke Babel sebagai budak dan tawanan dengan beberapa tahap.

Di sana ada kisah-kisah heroik di mana Allah menyatakan kemuliaan-Nya melalui orang-orang pilihan, yaitu Daniel, Sadrakh, mesakh dan Abegnego.

Selanjutnya kerajaan Babel di kalahkan orang kerajaan Media Persia dan seluruh orang Israel juga kembali diawan oleh mereka. Di kerajaan Persia juga ada kisah-kisah heroik yang terjadi, yaitu kisah Ester menyelamatkan Israel dari kejahatan Haman.

Peristiwa-peristiwa tersebut membuat orang-orang Yahudi populer dan memberikan pengaruh di pembuangan.

Kisah Ester menjadi permaisuri raja dan Moerdekhai yang memiliki kekuasaan dan kepercayaan raja, sehingga pengaruh orang Yahudi dan agamanya kepada orang-orang Persia sangat besar.

Jadi kisah orang-orang majus yang datang ke Bethlehem untuk mencari dan menyembah raja Mesias yang baru lahir bukan tanpa alasan. Karena mereka sudah sangat familiar dengan ajaran dan kitab-kitab para nabi orang Yahudi.

Ada kemungkinan besar mereka juga mempelajarinya karena mereka adalah kaum cendekia yang terpelajar.

Tempat Terjadinya Natal

Tempat terjadinya natal di dalam Alkitab memang sangat berbeda dengan perayaan-perayaan natal sekarang ini. Alkitab menuliskan bahwa Mesias lahir di kota Daud, yaitu Bethlehem. Kota kecil yang memang tidaklah diperhitungkan, bahkan sang raja datang dengan segala kesederhanaan.

Hal ini juga berbeda dengan pandangan orang-orang Yahudi, bahwa Mesias akan datang sebagai raja secara politik. Sedangkan Alkitab menuliskan bahwa Mesias datang sebagai raja secara spiritual, ia datang untuk menyelamatkan manusia yang berdosa.

Saksi-saksi mata kelahiran Yesus dan juga tempat terjadinya sudah ada, dan peristiwa tersebut benar-benar terjadi.

Biarlah natal juga memberikan sesuatu yang baru bagi kehidupan umat Tuhan, bagaimana saksi-saksi mata bersukacita dan menyambut kedatangan sang Mesias.

Walaupun dengan segala kesederhanaan, para gembala bersukacita dan datang menyembah kepada Yesus. Mari kita muliakan dan tinggikan Yesus sebagai Raja di atas segala raja.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *