Mengapa Injil Harus Diberitakan? Alasan dan dasar Alkitab

Mengapa Injil harus diberitakan

Mengapa Injil harus diberitakan? Karena Injil adalah kabar gembira tentang keselamatan yang telah disediakan secara cuma-cuma melalui kematian dan kebangkitan Yesus Kristus. Dia telah bangkit dan hidup, sehingga semua orang yang percaya kepada-Nya akan memperoleh hidup yang kekal.

Selain itu, Tuhan juga ingin supaya manusia mendengar, percaya, dan menerima keselamatan yang disediakan-Nya.

Pemberitaan Injil bukan saja menjadi tanggung jawab gereja atau pendeta, melainkan panggilan kepada setiap orang beriman untuk memberitakan kabar keselamatan kepada orang lain. Dengan memberitakan Injil, kta juga mengambil bagian dari pembelaan Iman, yakni menyampaikan tentang kematian dan kebangkitan Kristus secara benar.

Apa Arti dari Injil?

Kata Injil berarti kabar gembira atau kabar sukacita. Injil adalah kabar gembira mengenai karya Allah melalui Yesus Kristus yang telah menebus dan menyelamatkan manusia dari dosa.

Manusia telah jatuh ke dalam dosa dan tidak bisa menyelamatkan diri sendiri melalui perbuatan baik. Oleh karena itu, Allah menunjukkan belas kasihan-Nya melalui Yesus Kristus yang mati di kayu salib dan bangkit dari kematian-Nya.

Paulus memaparkan makna Injil dalam 1 Korintus 15:3-4:

“Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci.”

1. Mengapa harus memberitakan Injil? Perintah Tuhan Yesus

Dasar utama mengapa Injil harus diberitakan adalah karena amanat Agung dari Tuhan Yesus sendiri.

Matius 28:19:

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus”.

Lalu perintah ini dilanjutkan dan juga ditulis dalam Markus 16:15:

“Lalu Ia berkata kepada mereka: Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk”.

Perintah ini menggambarkan bahwa penyebaran Injil bukanlah hal yang opsional dalam kehidupan umat Kristiani. Penyebaran Injil adalah bagian dari vokasi gereja dan pengikut Kristus.

Akan tetapi, penyebaran Injil juga bukanlah perintah bahwa semua orang harus melakukan hal itu dari atas mimbar. Artinya ada banyak cara supaya kabar sukacita tersebut diberitakan.

Contohnya:

Injil bisa disampaikan dengan percakapan, diskusi, kesaksian hidup, media sosial, dan juga melalui perbuatan kasih kepada sesama manusia.

2. Mengapa Injil Harus Diberitakan? Manusia Butuh Keselamatan

    Alasan selanjutnya adalah karena manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri melalui amal perbuatan baik. Roma 3:23 mengatakan bahwa manusia telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah.

    Artinya, tidak ada perbuatan mulia satupun yang bisa mengembalikan kemuliaan tersebut sehingga manusia bisa menghampiri Allah. Belum lagi, manusia memiliki kecenderungan untuk melakukan dosa.

    Jadi, manusia hanya bisa disucikan oleh kasih kasih anugerah Allah semata melalui Yesus Kristus.

    Tindakan dosa tidak hanya merupakan suatu kesalahan ringan dalam hidup manusia. Dosa memisahkan antara manusia dengan Allah. Sebagai akibatnya, maka manusia butuh jalan keselamatan yang berasal dari Allah.

    Yesus berkata dalam Yohanes 14:6:

    “Kata Yesus kepadanya: ”Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”.

    Perikop di atas menunjukkan bahwa keselamatan itu pusatnya adalah Kristus. Oleh karena itu, kabar baik tentang Kristus harus diberitakan agar orang manusia bisa tahu jalan keselamatan yang telah Allah siapkan.

    3.Karena Iman Timbul dari Pendengaran

    Pemberitaan Injil memiliki hubungan yang erat dengan iman. Rasul Paulus berkat dalam Roma 10:17:

      “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”

      Dalam ayat ini jelas bahwa berita tentang Kristus harus dikumandangkan dan juga didengar. Seseorang tidak bisa menanggapi Injil jika dia belum pernah mendengar berita tentang keselamatan.

      Jadi, panggilan bagi orang percaya adalah untuk menjadi pembawa berita Injil. Kita tidak bisa memaksa seseorang untuk beriman, namun kita bisa menyampaikan kebenaran dengan cinta dan kesetiaan.

      Pertobatan dan iman adalah hasil dari pekerjaan Tuhan dalam jiwa manusia. Kita hanya perlu menyampaikan Injil dengan kesetiaan kita dan biarkan Roh Kudus melakukan pekerjaannya di dalam hidup orang tersebut.

      4. Karena Injil Adalah Kekuatan Allah yang Menyelamatkan

        Injil bukanlah informasi tentang agama saja. Injil memiliki kekuatan dalam dirinya karena Injil adalah kebenaran dan keselamatan dari Allah.

        Paulus berkata dalam Roma 1:16:

        “Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani””

        Injil ini sangat penting. Injil membawa keselamatan kepada umat manusia.

        Oleh karenanya, gereja tidak boleh terlalu jauh dari pusat kehidupannya. Aktivitas gereja, sosial, pendidikan, serta pelayanan lainnya merupakan hal-hal yang penting. Namun, mereka tidak boleh mengambil alih fokus pelayanan dari pemberitaan Kristus.

        5. Karena Allah Menyayangi Semua Orang

          Pemberitaan Injil juga dipengaruhi oleh kasih Allah kepada manusia.

          Dalam Yohanes 3:16, tertulis:

          “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”.

          Kasih Allah sangat besar kepada dunia. Oleh karenanya, berita keselamatan juga harus dikabarkan kepada semua orang.

          Kasih terhadap sesama seharusnya memotivasi orang Kristen untuk membagikan Injil. Apabila kita percaya bahwa keselamatan di dalam Kristus adalah hal yang sangat berharga, tentu tidak ada alasan kita untuk menyembunyikannya.

          Memperingati Injil bukanlah untuk mempercayai diri sendiri sebagai orang yang lebih baik dari orang lain. Pemberitaan Injil dilakukan karena kita sendiri telah menerima kasih dan anugerah keselamatan tersebut.

          6. Semua Orang Membutuhkan Kesempatan untuk Mendengar

            Tuhan Yesus sendiri secara tegas memerintahkan murid-murid-Nya untuk menjadi saksi-Nya sampai ke seluruh dunia.

            Dalam Kisah Para Rasul 1:8, Yesus berkata:

            “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”

            Berkhotbah berarti membagi-bagikan apa yang telah kita lihat, kita dengar, dan kita alami mengenai Kristus.

            Seluruh dunia tidak akan segera menerima Injil ini. Mereka bisa saja tidak percaya, ragu-ragu, atau bahkan tidak peduli sama sekali. Tapi penolakan mereka bukanlah alasan bagi kita untuk tidak berkhotbah lagi mengenai kebenaran.

            Peran kita adalah menjadi saksi yang setia. Dan hasil akhir ada di tangan Tuhan.

            Bagaimana Cara Memberitakan Injil?

            Memberitakan Injil bisa kita lakukan dengan cara-cara yang sederhana dan fleksibel. Kita tidak selalu harus berdiri di atas mimbar dan berkhotbah di hadapan banyak orang.

            Maka pertama-tama kita bisa mulai dari penjelasan siapa itu Yesus, apa yang telah Ia kerjakan dengan mati dan bangkit-Nya, serta mengapa manusia membutuhkan keselamatan.

            Selain itu, Injil juga bisa diproklamasikan melalui kehidupan sehari-hari kita. Kita sedang memberi kesempatan untuk menjadi saksi Kristus ketika kita mengerjakan hal-hal seperti mencintai, bersikap jujur, memberikan ampunan, dan peduli terhadap sesama kita.

            Namun, kesaksian hidup tetap harus diiringi dengan pemberitaan Injil. Perbuatan baik menunjukkan kasih Kristus, sedangkan pemberitaan Injil menjelaskan siapa Kristus dan apa yang telah Ia lakukan bagi manusia.

            Penutup: Mengapa Injil Harus Diberitakan?

            Mengapa Injil Harus Diberitakan? Pertama, karena Yesus Kristus menghendakinya. Artinya, Tuhan Yesus sendiri menghendaki supaya semua orang mendengar berita tentang kasih anugerah-Nya melalui kematian, penyaliban dan kebangkitan-Nya.

            Kedua, manusia perlu keselamatan. Karena manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri, maka mereka membutuhkan jalan keselamatan yang pasti. Satu-satunya jalan keselamatan yang pasti hanya melalui Yesus Kristus.

            Ketiga, iman datang atas dasar mendengarkan firman Kristus. Jika injil tidak diberitakan maka mereka tidak akan mendengar, jika mereka tdak mendengar, lalu bagaimana mereka akan percaya. Oleh sebab itu, kita memiliki tugas yang utama, yakni memberitakan Injil kepada semua orang.

            Keempat, Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan semua orang yang percaya. Jika mereka tidak menerima Injil, maka mereka akan binasa dan mendapatkan hukuman dari Allah. Karena itu, kita harus memberitakan Injil.

            Pemberitaan Injil ini bukan tanggung jawab pendeta atau penginjil saja. Tidak, setiap orang yang percaya dipanggil untuk menjadi saksi Kristus sesuai kesempatan dan karunia yang diberikan oleh Allah.

            Kita mungkin tidak bisa menjelajah dunia. Namun, setidaknya kita bisa memulainya di lingkungan sekitar, seperti keluarga, teman, tetangga, tempat bekerja, dan masyarakat, bahkan bisa lewat penulisan dan media yang kita pakai.

            Semoga kita bukan hanya mengenakan keselamatan yang kita punya, namun kita juga membagikan anugerah keselamatan tersebut kepada orang lain. Mari kita beri kemuliaan bagi nama Tuhan.

            About The Author

            Related posts

            Leave a Reply

            Your email address will not be published. Required fields are marked *