Posted in

Doktrin Allah dalam Alkitab: Mengenal Allah Sejati

Doktrin Allah dalam Alkitab

Doktrin Allah dalam Alkitab adalah dasar iman Kristen yang sangat fundamental. Sebelum seseorang mengetahui apa itu keselamatan, gereja, dosa, atau kehidupan yang kekal, maka yang pertama kali perlu diketahui adalah “siapa Allah.”

Allah tidak hanya merupakan istilah agama atau pemikiran manusia tentang entitas yang ada di atas. Dalam Alkitab, Allah menegaskan diri-Nya sebagai Pribadi yang hidup, Pencipta segala sesuatu, Pemelihara alam semesta. Selain itu, Dia juga memiliki relasi dengan manusia.

Pengetahuan tentang Allah tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan teologis, tapi juga bagaimana seseorang hidup sepanjang waktu.

Mengapa demikian? Ya, karena pemahaman seseorang tentang Allah juga akan mempengaruhi hidup seseorang. Artinya, pemahaman mengenai siapa Allah akan sangat mempengaruhi ibadah dan kehidupan rohani seseorang.

Contoh kecil adalah dalam hal pengambilan keputusan, menghadapi masalah, dan bagaimana seseorang membangun relasi dengan orang lain.

Apa Yang Dimaksud Dengan Doktrin Allah?

Doktrin Allah merupakan salah satu cabang dari teologi Kristen yang berkenaan dengan pengetahuan tentang Allah, karakteristik Allah, pekerjaan Allah, dan hubungan antara Allah dengan ciptaan-Nya.

Di dalam teologi sistematika, pembahasan mengenai Allah biasanya disebut “teologi proper” (theology proper) yaitu ilmu tentang pribadi dan pekerjaan Allah.

Dalam buku “Systematic Theology” karangan Wayne Grudem, doktrin Allah berkenaan dengan “keberadaan Allah, karakter Allah, dan tindakan Allah yang dibungkus dan diungkapkan kepada manusia.”

Hal ini berarti bahwa manusia memahami Allah tidak berdasarkan opini pribadi atau bahkan fantasi mereka, namun berdasarkan wahyu Allah sendiri di dalam kitab suci.

Oleh karena itu, Alkitab menjadi dasar dan sumber utama bagi setiap orang untuk mengenal Allah dengan benar. Kita juga perlu sadar karena Allah adalah Pribadi telah menyatakan diri-Nya di dalam Kitab Suci.

Doktrin allah: Penyataan Diri Allah

Manusia memiliki batasan untuk mengenal Allah dengan pikiran manusia sendiri, sehingga Allah yang tidak terbatas tidak bisa dikenali sepenuhnya oleh manusia yang terbatas.

Meskipun demikian, Allah bersedia menyatakan diri-Nya kepada manusia melalui penyataan-Nya.

Mazmur 19:2 berbunyi:

“Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya”.

Ketika melihat alam semesta yang indah dan teratur, maka manusia bisa melihat bahwa di balik penciptaan ini ada kehadiran pribadi yang Maha Kuasa. Namun, pengenalan yang lebih mendalam tentang Allah datang melalui penyataan-Nya.

Paulus menulis dalam Roma 1:19:

“Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka.”

Allah tidak tersembunyi, namun dosa manusialah yang menjadi penyebab mereka semakin jauh dan tidak mengenal Allah lagi. Oleh karena itu, Allah berinisiatif memperkenalkan diri-Nya kepada manusia.

Allah yang penuh kasih dan rahmat ingin mengembalikan hubungan yang terputus tersebut. Ia akan menggenapi rencana-Nya dengan sempurna, yakni memberikan keselamatan dan hidup yang kekal.

Doktrin Allah: Allah adalah Pribadi yang Hidup

Salah satu kesalahan manusia dalam memahami siapa Allah adalah memandang Dia sebagai kekuatan atau energi tanpa pribadi. Padahal Allah diperlihatkan dalam Alkitab sebagai Pribadi.

ia memiliki kemauan, pikiran, emosi dan berkomunikasi dengan manusia.

Kejadian 1:1 berbunyi:

“Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.”

Ayat di atas menunjukkan bahwa Allah ada sebelum segala sesuatu ada. Allah bukan merupakan ciptaan tetapi Allah yang menciptakan segala sesuatu.

Kita juga sering Alkitab yang menyatakan bahwa Dia berbicara dengan manusia, memberikan perintah, menunjukkan kasih sayang-Nya, membuat perjanjian dan bahkan memberi hukuman.

Keluaran 3:14 menuliskan

Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU.” Lagi firman-Nya: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.”

pada ayat di atas ketika Musa bertanya tentang nama Allah, jawaban-Nya:

“AKU ADALAH AKU.”

Pernyataan ini jelas menunjukkan bahwa Allah mempunyai keberadaan yang sempurna dan independen.

Allah adalah Allah Yang Esa

Alkitab menuliskan bahwa hanya ada satu Allah yang benar.

Dalam Ulangan 6:4 disebutkan:

“Dengarlah, hai orang Israel: Tuhan itu Allah kita, Tuhan itu esa!”

Keyakinan akan satu Allah merupakan dasar iman Kristen. Kekristenan bukan mengajarkan banyak Allah tetapi beribadah pada satu Allah yang menyatakan diri-Nya sebagai Bapa, Anak dan Roh Kudus.

Louis Berkhof dalam bukunya “Systematic Theology” menjelaskan bahwa Tuhan memiliki eksistensi yang unik dan tidak ada individu lain yang mempunyai sifat ilahi sebagaimana Allah.

Tidak ada makhluk lain yang bisa setara dengan Allah. Segala sesuatu yang ada adalah hasil penciptaan-Nya dan berada di bawah kendali dan kepemimpinan-Nya.

Sifat-Sifat Allah dalam Alkitab

Siapa Allah menurut Alkitab? Agar kita mengenal siapa Allah secara lengkap, maka kita mempelajari Alkitab lebih lanjut, “apa yang Alkitab katakan mengenai Allah.”

1. Allah Maha Kuasa

Allah berkuasa tanpa batas. Yeremia 32:17 mengatakan:

Ah, Tuhan Allah! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apa pun yang mustahil untuk-Mu!

Tidak ada kuasa lain yang seperti Allah kita, Dia adalah pencipta alam semesta dan segala isinya serta yang juga memeliharanya .

2. Allah Maha Kudus

Siapa Allah menurut Alkitab? Dia adalah Allah Maha Kudus. Tidak ada manusia ataupun malaikat yang sama seperti Dia. Allah adalah sempurna dalam eksistensinya dan juga moral-Nya.

Yesaya 6:3 menuliskan:

Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!”

berdasarkan kitab Yesaya tersebut, maka kekudusan Allah tersebut menunjukkan bahwa Dia tidak dapat disamakan dengan manusia, malaikat atau allah-allah lain.

Allah Adalah Kasih

Membicarakan tentang siapa Allah maka tidak bisa dilepaskan dari sifat-Nya. Ada anggapan bahwa Allah itu jauh dan tidak peduli pada manusia. Namun, Kitab Suci menyebutkan bahwa Allah adalah kasih dan dekat dengan umat-Nya.

1 Yohanes 4:8:

“Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.”

Kasih Allah paling besar adalah ditunjukkan melalui pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib.

Yohanes 3:16:

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Allah Juga Dikenal Melalui Yesus Kristus

Dalam iman Kristen, pengenalan terhadap Allah mencapai klimaksnya melalui Yesus Kristus.

Yesus berkata dalam Yohanes 14:9:

Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku?” Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.

Kristus bukan hanya utusan Allah, tetapi Dia adalah Firman Allah yang menjadi manusia.

Kolose 1:15:

“Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan.”

J. I. Packer dalam bukunya “Knowing God” menjelaskan bahwa tujuan utama hidup umat Kristen bukanlah untuk mengetahui fakta-fakta tentang Allah, tetapi mengenal Allah dan hidup dalam kebenarannya.

Menurut Packer, ada banyak orang yang memiliki pengetahuan tentang agama namun mereka belum tentu mengenal Allah dengan benar.

Mengapa Penting Mengenal Allah?

Pertama, karena mengenal Allah akan membawa perubahan bagi kehidupan orang percaya. Pengenalan seseorang kepada Allah akan membuat imannya bertumbuh dan semakin taat kepada firman-Nya.

Pengenalan itu juga membuat seseorang tidak mudah goyah meskipun terjadi kejadian tertentu.

Kedua, dengan mengenal Allah, maka manusia akan lebih tahu mengenai tujuan hidupnya. Tujuan hidup orang percaya adalah memuliakan Allah melalui hidup.

Romawi 11:36 mengatakan:

“Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!”

Ketiga, pengenalan kepada Allah akan menghasilkan ketaatan, kerendahan hati dan penyembahan kepada-Nya.

Semakin seseorang mengenal tentang kebesaran Allah, maka mereka semakin sadar bahwa Allah pantas disembah.

Kesimpulan: Doktrin Allah dalam Alkitab

Bagaimana Doktrin Allah dalam Alkitab? Pertama-tama ketika kita membaca Alkitab maka kita menemukan bahwa Allah adalah Pribadi yang hidup.

Kedua, Allah adalah Pencipta alam semesta beserta isinya dan Dia juga yang memeliharanya. Ketiga, Allah adalah suci dan kudus, sehingga Ia menuntut umat-Nya untuk hidup dalam kekudusan.

Keempat, Allah berkuasa atas segalanya, semua makhluk tunduk dan gentar kepada-Nya. Kelima, Allah penuh kasih, sehingga Ia menunjukkan kasih-Nya melalui pengorbanan Yesus di kayu salib.

Allah bukanlah produk dari pikiran manusia, melainkan Allah yang menyatakan diri-Nya sendiri melalui Firman-Nya.

Dengan demikian, melalui pimpinan Roh Kudus dan firman-Nya manusia bisa mengenal Allah.

Doktrin Allah dalam Alkitab bukan hanya untuk tujuan akademis dalam teologi, namun juga kebutuhan pokok bagi setiap orang untuk percaya dan beriman.

Mengapa demikian? Karena semakin seseorang mengenal Allah, semakin jelas ia mengetahui siapa dirinya dan bagaimana harus hidup di hadapan-Nya.

Sebagaimana firman Yesus dalam Yohanes 17:3:

Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *