Tuhan adalah tempat perlindungan, Renungan Kristen 24 Juli 2026

Tuhan adalah tempat perlindungan

Tuhan adalah tempat perlindungan ketika umat-Nya berada dalam kesesakan dan penindasan, kepada-Nyalah mereka berseru dan memohon pertolongan. Kekuasaan Allah dinyatakan dalam sejarah umat pilihan secara berulang-ulang, “TUHAN Allah membawa mereka keluar dari tanah Mesir.

Yesaya 40:31 menuliskan:

Read More

“Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”

Ayat di atas merupakan iman nabi Yesaya, bahwa orang yang menanti-nantikan Tuhan akan memperoleh kekuatan yang baru. Meski mereka sedang berada pada masa-masa sulit, Allah tidak pernah meninggalkannya..

Pernyataan nabi Yesaya menjadi sebuah pernyataan mengenai kekuatan dan kasih sayang Allah kepada umat yang dikasih-Nya. Meski Allah tampak garang dan menghukum orang-orang berdosa, tapi Dia tetaplah Allah yang penuh kasih.

Tidak selamanya Ia murka kepada umat=Nya, sebaliknya Dia memberikan kekuatan dan memberkati umat-Nya.

Tuhan Adalah Tempat Perlindungan

Renungan Kristen hari ini mengajak orang-orang percaya untuk sejenak merenungkan firman yang terdapat di dalam kitab Mazmur 71:1-4. Mazmur ini berbicara mengenai doa meminta pertolongan Tuhan di masa tua.

Berbicara tentang doa, maka orang-orang percaya sudah memahami betul betapa pentingnya doa itu bagi kehidupan kita sepanjang hari.

Doa adalah komunikasi kita kepada Tuhan, di sana ada kedekatan, kasih sayang dan juga kehangatan, seperti anak sedang berbicara kepada bapanya.

bagi orang yang hidupnya bergaul karib dengan Allah, maka ia memahami betul bahwa Tuhan adalah tempat perlindungan yang utama. Oleh sebab itu, pemazmur menaikan doa-doanya untuk hari-hari tua. Ia percaya bahwa selalu ada pertolonga dan berkat bagi orang yang setia kepada-Nya.

Pada-Mu Tuhan aku Berlindung

Tuhan adalah tempat perlindungan, ya renungan Kristen hari ini mengajak kita untuk menempatkan Tuhan sebagai penolong utama dalam hidup. Jangan pernah bergantung dengan manusia, karena kita bisa kecewa.

Mazmur 71:1 mengingatkan kita: “Pada-Mu ya Tuhan aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapatkan malu.” Perhatikan ayat ini dengan seksama, di situ ada kepercayaan dan juga permohonan.

Pemazmur mempercayai bahwa Tuhan adalah tempat perlindungan, sehingga ia menyatakan permohonan supaya di masa tuanya ia tidak mendapatkan malu.

Sebuah permohonan yang indah, karena orang-orang yang takut akan Tuhan mengharapkan satu perjalanan hidup sampai akhir berjalan dengan indah.

Berulang kali firman Tuhan juga mengatakan demikian, bahwa orang-orang yang takut akan Dia akan menjadi berkat dan anak cucunya tidak akan meminta-minta.

Ini adalah doa yang sama yang kita panjatkan di setiap hari, semoga Tuhan memberikan perlindungan dan menuntun perjalanan hidup kita kepada akhir yang indah.

Lepaskanlah dan Luputkanlah

Mazmur 71:2 menuliskan demikian:

“Lepaskan aku dan luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepadaku dan selamatkanlah aku!”

Ayat ini merupakan doa dari pemazmur mengenai bagaimana jalan-jalan kehidupannya ke depan. Isi doa tersebut adalah sebuah permohonan untuk dilepaskan dan juga diluputkan.

Kata “dilepaskan” dan “diluputkan” menunjuk kepada situasi dan lingkungan yang tidak baik-baik saja. Kadang kala orang benar berada dilingkungan kurang baik, sehingga ada saja orang-orang yang berniat jahat.

Hal ini juga sering ditemukan di dalam kehidupan kita sehari-hari, ada banyak orang yang jahat, iri hati atau ingin menghancurkan bisnis kita karena persaingan.

Oleh sebab itu, berdoa supaya Tuhan selalu melindungi dan melepaskan dari orang-orang yang memiliki niat jahat adalah sangat penting.

Kiranya doa dan permohonan pemazmur ini juga menjadi doa dan permohonan kita sepanjang hari kepada Tuhan. Supaya kita selalu dipertemukan dengan orang-orang yang baik, jikalau ada orang yang ingin berniat jahat, maka biarlah Tuhan sendiri yang akan melindungi kita.

Mazmur 71:3 menjelaskan bahwa Tuhan adalah gunung batu dan tempat untuk berteduh, sebab Tuhan adalah bukit batu dan pertahananku.

Kalimat ini adalah sebuah perumpamaan, bahwa bukit batu dalam peperangan adalah kubu pertahanan yang kokoh dan sulit dikalahkan musuh karena posisinya berada di atas.

Oleh sebab itu, pemazmur menggunakan istilah tersebut untuk menunjukkan kekuasaan Tuhan itu tidak terbatas, tidak ada yang bisa melawan Allah yang Mahakuasa itu.

Luputkanlah Aku dari Tangan Orang Fasik

Bagian terakhir dari permohonan pemazmur adalah diluputkan dari tangan orang-orang fasik.

Mazmur 71:4 menuliskan demikian:

“Ya Allahku, luputkanlah aku dari tangan orang fasik dari cengkraman orang-orang lalin dan kejam.”

Ayat ini sama dengan ayat 2, sebuah doa dan permohonan untuk dilepaskan dari tangan orang jahat dan fasik.

Orang fasik adalah orang-orang yang tidak mengenal Allah, cara dan perilaku mereka sangat jahat dan kejam. Pada umumnya mereka tidak segan-segan untuk menyakiti atau membunuh orang, sehingga mereka sangat ditakuti.

Kehidupan orang fasik sering digambarkan oleh penduduk Kanaan yang ditumpas oleh Yosua dan bangsa Israel. Mereka menyembah berhala, berlaku tidak adil, kejam, suka membunuh, memiliki banyak istri dan berzina, sehingga Allah memerintahkan untuk menumpas mereka.

Kesimpulan: Allah adalah Tempat Perlindungan

Doa dan permohonan pemazmur menunjukkan bahwa cara hidup orang fasik memang sangat menakutkan, hal ini juga terjadi di masa sekarang ini. Orang benar hendaknya terus berdoa dan berjaga-jaga, karena orang-orang fasik mungkin ada di sekitar dan lingkungan kita.

Renungan firman hari ini mengajak seluruh umat Tuhan di segala tempat untuk berdoa dan memohon perlindungan-Nya. Karena keberadaan orang jahat dan orang fasik ada di mana-mana, sehingga kita juga perlu hati-hati, bijaksana dan berdoa.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *