Taat kepada hukum Allah, Renungan Kristen 5 Juli 2026

Taat Kepada Hukum Allah

Taat kepada hukum Allah merupakan perintah yang harus ditaati oleh seluruh orang-orang percaya di segala tempat tanpa terkecuali, jika melanggar maka akan ada konsekuensinya. Ulangan 28:8-9 dengan jelas berbicara mengenai hal ini.

Oleh karena itu, pemberian hukum Taurat menjadi dasar dan pedoman hidup, supaya Israel menjadi bangsa yang taat. Melalui perantaraan nabi Musa, hukum Taurat bertujuan untuk membentuk Israel menjadi bangsa yang kudus dan umat kepunyaan Allah sendiri.

Mereka akan menjadi bangsa pilihan, diberkati dan juga menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain. Sungguh rancangan Allah yang indah bagi bangsa Israel. Mereka akan menjadi duta dan agen-agen kebenaran untuk bangsa-bangsa lain.

Renungan Kristen: Taat kepada hukum Allah

Renungan Harian pada hari ini terambil dari kitab Ulangan 28:8-9.

Read More

“Tuhan akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu. Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. Tuhan akan menetapkan engkau sebagai umat-Nya yang kudus seperti yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepadamu, jika engkau berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu dan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya”.

Kesetiaan mendatangkan berkat tetapi pelanggaran mendatangkan hukuman dan kutuk. Demikianlah kitab Ulangan menjelaskan mengenai sebab-akibat apabila tidak setia kepada hukum-hukum-Nya.

Hukum-hukum Allah diberikan melalui dua loh batu dan berisi 10 hukum Taurat. Melalui Perjanjian Sinai, Musa mengadakan mengukuhkan perjanjian antara Allah dengan Israel. Perjanjian ini menuntut Israel untuk hidup dengan penuh ketaatan dan juga tuntutan apabila melanggar hukum tersebut.

Israel harus hidup menurut jalan-jalan Tuhan supaya hidup mereka diberkati dan selalu beruntung. Apabila mereka menaati dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri, maka mereka akan diberkati secara berlimpah-limpah.

Demikian pula sebaliknya, apabila mereka tidak mendengarkan suara Tuhan dan hidup menurut keinginannya sendiri, maka Allah akan mendatangkan kutuk dan hukuman.

Kepercayaan kepada Tuhan harus benar-benar dinyatakan melalui iman yang benar dan melalui ketaatan kepada firman-Nya. Meskipun dalam praktiknya, Israel sering gagal menaati Allah dengan melakukan penyembahan kepada ilah-ilah lain.

Ketika menjalani hidup, kita juga sering seperti bangsa Israel yang tegar tengkuk dan tidak setia kepada Allah. Ada banyak hal yang terkadang membuat kita tidak kepada-Nya; mungkin karena pekerjaan, pasangan atau karena hati kita yang memang tidak setia.

Firman Tuhan kali ini mengingatkan bahwa hidup menurut keinginan diri sendiri dan mengabaikan perintah-perintah Allah akan mendatangkan hukuman. Ingat, melanggar hukum Allah akan membawa konsekuensi yang serius bagi hidup kita

Pentingnya Taat Kepada Hukum Allah

Dengan taat kepada hukum Allah maka seseorang akan memiliki kepekaan kepada suara Allah. Dalam hal ini, kita membutuhkan relas atau hubungan yang dekat dengan-Nya. Jika tidak membangun persekutuan dengan Allah, maka Dia tidak akan pernah berbicara dengan kita.

Bagaimana caranya? Caranya dengan membangun bersekutu dan berdoa kepada-Nya. Doa adalah nafas hidup bagi orang percaya. Tanpa berdoa, maka kita akan mati. Oleh sebab itu, meluangkan waktu khusus setiap hari untuk berdoa dan menjalin persekutuan dengan Allah adalah sebuah keharusan.

Dengan demikian, kita akan mengenal Allah dengan benar dan memahami rencana-Nya. Memiliki kepekaan tentu sangat penting supaya sebelum kita melangkah dan melakukan segala sesuatu, terlebih dahulu kita bertanya kepada Tuhan.

Hal ini juga yang dilakukan Israel ketika berada di bawah kepemimpinan Josua dan memasuki dan merebut tanah Kanaan, mereka bertanya dan mendengar suara TUHAN.

Untuk memenangkan semua pertempuran, mereka harus mendengarkan suara dan perintah Allah. Melalui kepemimpinan Yosua, Israel berhasil merebut dan menaklukkan tanah Kanaan.

Keberhasilan dalam mengalahkan bangsa-bangsa Kanaan bukan disebabkan oleh kekuatan Israel, melainkan karena mereka taat dan mendengarkan suara Allah. Sehingga tidak ada satu bangsa pun yang sanggup menghadapi dan melawan bangsa Israel pada waktu itu.

Kunci keberhasilan dalam merebut tanah Perjanjian adalah karena mereka peka dalam mendengarkan dan juga hidup menurut jalan-jalan Tuhan.

Bagaimana dengan kita sekarang ini? Sudahkah kita memiliki kepekaan dalam mendengar suara Tuhan? Atau sebaliknya, kita kita tidak pernah mendengar dan melibat Tuhan dalam rencana hidup kita. Jika demikian, maka sangat mungkin tujuan hidup kita tidak tercapai.

Kisah kepemimpinan Musa dan Yosua mengingatkan kita sebagai umat-Nya, bahwa mendengar dan peka terhadap suara Tuhan adalah ciri orang-orang percaya.

Menaati Allah berarti mengikuti petunjuk-Nya

Tuhan memelihara dan memberikan petunjuk kepada bangsa Israel dan juga orang-orang yang dikasihi-Nya. Ketika Yosua akan menyerang kota Yerikho misalnya, malaikat TUHAN menampakkan diri dan memberitahukan cara dan petunjuk untuk mengalahkan kota tersebut.

Karena Yosua dan bangsa itu taat dan mengikuti petunjuk malaikat TUHAN, maka perkara besar terjadi. Tembok kota Yerikho hancur dan luluh lantah dengan sendirinya setelah Israel mengelilingi kota itu selama tujuh hari.

Kisah tersebut mengingatkan kita bahwa taat kepada hukum Allah dan mengikuti jalan-jalan-Nya adalah kunci utama untuk memperoleh keberhasilan.

Bagaimana dengan hidup kita hari ini? Sudahkah kita hidup menurut jalan-jalan Tuhan dan mengikuti jalan-jalan-Nya? Atau justru kita hidup dengan penuh hawa nafsu dan persahabatan dengan dunia ini.

Apakah dalam menghadapi kesulitan, ancaman dan permasalahan kita sudah bertanya dan melibatkan Tuhan? Jika hari ini banyak sekali pergumulan dan persoalan-persoalan yang datang menerpa, tetaplah kuat dan bersandar kepada-Nya. Berdoa dan berlututlah kepada Allah, Dia akan menolong dan membukakan jalan.

Percayalah kepada petunjuk dan rencana Alah, Ia akan membuat hidup dan masa depan kita penuh dengan berkat dan kebahagiaan.

Kesimpulan: Taat kepada hukum Allah

Renungan Kristen hari ini mengajar dan mengajak kita untuk taat dan mengikuti hukum-hukum-Nya. Terkadang ada banyak hal yang membuat kita sulit untuk bergantung dan percaya penuh kepada rancangan dan jalan-jalan TUHAN.

Kebanyakan kita justru sering kuatir dan bingung, belum lagi ujian dan cobaan datang silih berganti setiap hari. Setiap waktu kita diuji untuk taat dan percaya kepada rencana Allah atau mengandalkan kekuatan diri sendiri. Namun, hari ini kita diingatkan bahwa jalan dan rencana Tuhan itu tidak pernah mengecewakan.

Israel dalam pimpinan TUHAN dapat menaklukkan dan menduduki tanah Perjanjian dengan mudah. Oleh sebab itu, mari belajar dari Musa dan Yosua yang memimpin Israel dengan setia dan mengikuti jalan-jalan Tuhan.

Persoalan dan masalah akan selalu ada, tetapi ingatlah bahwa orang-orang yang setia dan takut akan Allah tidak pernah dikecewakan. Bahkan anak cucu mereka tidak akan meminta-minta, melainkan akan menjadi berkat bagi banyak orang.

Allah tidak pernah meninggalkan umat-Nya, Ia adalah Bapa kita yang baik. Belajarlah untuk taat kepada hukum Allah, mendengar suara-Nya dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *