Kasih Yang Mempersatukan: Renungan Kristen 17 Juli 2026

Kasih yang mempersatukan

Kasih Yang Mempersatukan: Renungan Kristen 17 Juli 2026. Surat Paulus kepada jemaat di Kolose mengingatkan mereka untuk mengenakan kasih sebagai dasar hidup di dalam membangun persekutuan. Kasih dapat menyatukan sebuah perbedaan dan menyempurnakan pekerjaan-pekerjaan mereka dalam memberitakan Injil.

Perlu untuk diingat bahwa setiap orang-orang memiliki karakter dan sifat yang berbeda-beda. Jika tanpa adanya kasih, maka perbedaan-perbedaan kecil bisa menjadi penghalang dalam membangun sebuah gereja.

Tuhan Yesus pernah mengajarkan mengenai hukum kasih, yang menyatakan demikian: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Mat.22:39).

Harapannya adalah anak-anak Tuhan dapat hidup dengan kasih dan menjadi berkat bagi sesamanya. Namun faktanya tidaklah demikian, karena masih banyak anak-anak Tuhan yang masih hidup dengan dendam dan kebencian.

Tentu hal ini sangat menyedihkan dan mendukakan hati Tuhan. Bagaimanakah caranya supaya kita bisa menghapus dendam dan kebencian tersebut?

Maukah kita mengenakan kasih itu dan mempraktikkannya di dalam kehidupan sehari-hari? Mari kita melakukan perenungan dan berdoa serta memeriksa diri kita sendiri. Ingatlah bahwa selalu ada berkat bagi orang setia kepada hukum-hukum Allah.

Kasih yang Mempersatukan

Apa itu kasih yang mmpersatukan? Kasih adalah inti dari ajaran kekristenan, sehingga banyak sekali ayat-ayat Alkitab yang menuliskan tentang hal ini. Khususnya tulisan Paulus kepada jemaat di Kolose.

Bacaan firman Tuha hari ini terambil dari Kolose 3:14. Ayat tersebut menuliskan demikian:

“Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan”.

Melalui bacaan tersebut maka ada pesan yang Paulus ingin sampaikan secara serius kepada jemaat di Kolose. Paulus ingin supaya mereka hidup di dalam kasih, karena dengan kasih Kristus maka mereka dapat dipersatukan.

mereka bisa saling menghargai dan juga menghormati, bahkan mereka bisa menyatukan visi dan misi untuk kemajuan jemaat Allah. Sering kali, ada jemaat yang terkadang gagal paham mengenai makna kasih tersebut.

Ada banyak gereja yang terkadang tidak maju-maju, karena mereka sangat disibukkan dengan urusan di dalam organisasi.

Padahal mereka harus keluar dan menjadi saksi, gereja harus menjadi terang dan membawa kabar sukacita kepada segala bangsa. Bukan bertengkar dan berselisih paham sendiri.

Ada kalanya, kesalahpahaman juga membuat anak-anak Tuhan terluka dan tidak mau lagi melayani lagi. Dampak yang paling parah adalah mereka sakit hati dan tidak mau lagi datang beribadah kepada Tuhan.

Belum lagi, sekarang ini permasalahan di dalam lingkungan Kekristenan juga tidak baik-baik saja. Ada banyak pertengkaran, ada perselingkuhan dan ada banyak perceraian terjadi pada keluarga-keluarga Kristen sekarang ini.

Jika demikian, bagaimana gereja dapat bertumbuh secara sehat jika orang di dalamnya sedang bermasalah? Bukankah kasih Kristus itu telah menyatukan mereka di dalam pernikahan yang kudus dan suci?

Renungan firman hari ini mengajak kita semua untuk merenung kembali dan berdoa, di mana kasih yang mula-mula itu? Di mana kasih yan tanpa pamrih, rela berkorban dan kasih yang sejati itu?

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *