Menghadapi anak-anak bermasalah sering kali membuat orang tua stres dan kewalahan, karena perilaku dan kenakalan mereka yang tidak biasa. Kenakalan anak-anak di sekolah dan di lingkungan masyarakat disebabkan oleh gagalnya pola asuh dan pendidikan oleh orang tua di rumah.
Anak-anak yang bermasalah sering kali berani melawan orang tua, melawan pendidik di sekolah, berkelahi dan suka melakukan “bullying” kepada teman-temannya.
Ada juga yang suka merokok dan minum-minuman keras meski usia mereka masih remaja. Situasi-situasi seperti ini memang membuat banyak orang tua merasa kewalahan.
Tidak jarang pihak sekolah yang mengeluarkan anak-anak yang bermasalah karena dianggap mengganggu anak-anak yang lain.
Akibatnya, anak-anak yang bermasalah tidak mendapatkan pendidikan yang baik. Hal ini memicu mereka untuk semakin nakal dan mencari perhatian dan juga dukungan dari luar.
Menghadapi anak-anak bermasalah
Menghadapi anak-anak bermasalah atau menghadapi anak yang sulit diatur memang bukan perkara yang mudah. Ini membutuhkan kesabaran, ketekunan dan kedewasaan diri.
Anak-anak yang memiliki kenakalan di luar batas biasanya agresif, mudah marah, suka mencari perhatian, mencari dukungan dan suka memberikan ancaman.
Walaupun mereka masih dalam kategori anak-anak, kenakalan yang berlebihan bisa sangat berbahaya bagi perkembangan mereka. Apabila hal ini terus berlanjut maka bisa saja mereka menjadi preman dan melakukan perkelahian atau tindak kejahatan.
Oleh sebab itu, menghadapi anak-anak yang nakal memang membutuhkan komitmen, kasih sayang, dan juga kesabaran. Anak-anak seperti mereka membutuhkan orang-orang yang punya hati dan kepedulian untuk mendidik mereka.
Dalam artikel ini, ada beberapa langkah khusus yang bisa diterapkan untuk menganalisa, menemukan dan mendidik anak-anak yang bermasalah.
1. Kenali Lingkungan anak-anak tersebut
Menghadapi anak-anak bermasalah memang tidak bisa dengan kekerasan atau kemarahan. Karena hal semacam ini tidak akan mengubah karakter dan kebiasaan anak-anak yang nakal.
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengenali lingkungan di sekitar mereka, baik lingkungan tempat tinggal atau lingkungan pertemanan mereka.
Lingkungan di sini dapat berarti lingkungan keluarga di rumah, lingkungan sekitar dan dengan siapa saja anak-anak itu bermain. Karena lingkungan memberi pengaruh yanag besar terhadap perkembangan dan pertumbuhan anak, baik dalam aspek spikikologis maupun emosional.
Apakah ia dibesarkan di dalam keluarga yang keras (misalnya keluarga preman) atau ia memang tidak mendapatkan pendidikan yang baik di dalam keluarganya.
Dengan mengenali dan mempelajari lingkungan terdekat anak-anak yang bermasalah, kita akan mendapat gambaran yang jelas mengenai kebiasaan dan kehidupan anak tersebut.
Gambaran di sini adalah apa yang menjadi penyebab dan pemicu mereka menjadi nakal dan melakukan tindakan-tindakan yang kurang baik.
Dengan demikian, kita bisa memiliki cara yang tepat dalam memberikan pendidikan dan pembinaan kepada anak-anak bermasalah tersebut.
2. Kenali lingkungan keluarga mereka
Langkah selanjutnya adalah mengenali relasi di dalam keluarga anak-anak yang bermasalah tersebut. Bagaimana hubungan dan komunikasi mereka bersama dengan keluarganya?
Apakah mereka berasal dari keluarga bermasalah atau tidak? Kemungkinan besar ada faktor-faktor dari dalam keluarga tersebut yang membuat anak-anak tumbuh dengan keadaan dan perilaku yang bermasalah.
Pola asuh orang tua, komunikasi dan relasi serta faktor lingkungan sekitar juga bisa menjadi penyebab anak-anak tumbuh dengan kenakalan tertentu.
Lingkungan keluarga juga bisa menjadi penyebab utama anak-anak menjadi nakal dan bermasalah. Biasanya, orang tua terlalu sibuk dalam bekerja dan tidak ada waktu untuk berkomunikasi dengan mereka
3. Cara menghadapi Anak yang Bermasalah
Memberikan perhatian khusus
Langkah ketiga dalam menghadapi anak-anak bermasalah adalah dengan memberikan perhatian khusus. Mengapa hal ini sangat penting? Karena memahami kebiasaan dan perilaku anak-anak bermasalah membutuhkan waktu dan perhatian.
Perhatian khusus di diharapkan dapat menemukan pola dan cara yang tepat dalam berkomunikasi dan membina anak-anak yang nakal tersebut.
Selain perhatian khusus, hal ini memang membutuhkan kecakapan dan kesabaran yang luar biasa. Terlebih-lebih memiliki hati yang mengasihi dan mendidik.
Berikan kepercayaan dan kedisiplinan
Langkah keempat dalam menghadapi anak-anak bermasalah adalah memberikan kepercayaan dan juga kedisiplinan kepada mereka.
Kepercayaan yang diberikan kepada mereka berguna untuk melihat seberapa besar mereka memiliki kepedulian dan rasa tanggung jawab.
Kepercayaan juga harus disertai dengan kedisiplinan. Misalnya, seorang pendidik memberikan kepercayaan siswa untuk membersihkan ruang kelas, maka ke esok harinya pendidik harus menanyakan apakah ia sudah melakukan tugasnya atau belum.
Jika sudah berikan apresiasi dan pujian, namun jika belum maka berikan kedisiplinan. Disiplin di sini untuk memberikan pembinaan supaya anak-anak tersebut belajar bertanggung jawab.
Memang tidaklah mudah menghadapi anak-anak yang bermasalah. Memiliki kepedulian dan kepekaan kepada mereka adalah langkah yang efektif untuk memahami dan membina mereka.
Berikan kasih-sayang dan ketegasan
Langkah yang terakhir menghadapi anak-anak yang nakal adalah dengan memberikan kasih sayang dan juga ketegasan.
Kasih sayang di sini harus dalam bentuk tindakan dan komunikasi, misalnya dengan bertanya atau menyapa. Sedangkan ketegasan berarti tidak kompromi dengan kesalahan, jika anak tersebut salah maka harus diberikan disiplin.
Namun haruslah dengan memberikan pengertian dan penjelasan terlebih dahulu, supaya mereka memahami jika dirinya melakukan kesalahan.
Kesimpulan: Menghadapi Anak-Anak Bermasalah
Membimbing dan membina anak-anak bermasalah memang bukanlah hal yang mudah, namun dengan komitmen dan keseriusan pasti bisa dilakukan. Karena mendidik adalah pekerjaan dan tugas yang mulia.
Menjumpai anak-anak yang nakal dan bermasalah terkadang menjadi tantangan tersendiri, karena muncul perasaan marah dan juga kasihan. Terkadang ada banyak orang tua dan pendidik menghadapi dilema ketika melihat anak-anak yang terkadang nakalnya sudah keterlaluan.
Dampaknya, ada di antara mereka yang terkadang mengambil sikap yang terlalu tegas, sehingga menyebabkan luka bagi nak-anak. Oleh sebab itu, sebelum terlambat, orang tua perlu mempersiapkan dan memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak di rumah.
Orang tua dan pendidik juga perlu memperhatikan bahwa anak-anak yang bermasalah dengan baik, bisa saja mereka mengalami penyimpangan gender atau penyimpangan seksual.
Ingat, pendidikan pertama dan terbaik adalah pendidikan di rumah. Baik atau tidaknya perilaku anak ditentukan oleh keluarganya. Jadi, didiklah anak-anak Anda dengan baik, supaya mereka tumbuh dewasa dengan baik pula.
Ajarkan sopan-santun dan budi pekerti yang baik sejak usia dini, supaya mereka tumbuh dengan nilai-nilai moral dan spiritual yang baik.


0 comments