Renungan Kristen 23 Juni 2026: “Persahabatan dengan dunia”. Persahabatan dengan dunia adalah tindakan yang bertentangan dengan kehendak Allah. Jika manusia mengasihi dunia ini dan apa yang ada di dalamnya, maka kasih akan Allah tidak ada di dalam orang itu.
Yakobus 4:1-2 menuliskan demikian:
“Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu?”
Firman Tuhan di atas menegaskan bahwa segala bentuk pertengkaran berasal dari hawa nafsu di dalam diri manusia itu sendiri. Setiap jenis kejahatan seperti pertengkaran, keserakahan, ingin menang sendiri dan hidup yang dikuasai hawa nafsu berarti mereka bukanlah berasal dari Allah.
Yakobus mengingatkan umat Tuhan untuk tetap waspada dan hati-hati. Mari kita luangkan waktu sejenak untuk renung dan membaca firman Tuhan, supaya kita bisa membedakan mana kehendak Allah dan mana hawa nafsu dan keinginan diri sendiri.
Bacaan Firman: Yakobus 4:1-6
Renungan Kristen 23 Juni 2026
Tema: Persahabatan dengan dunia.
Apa itu Persahabatan dengan Dunia?
Persahabatan dapat diartikan sebagai hubungan atau tindakan yang didasarkan pada kenyamanan dan saling percaya. Ketika seseorang menjalin persahabatan dengan dunia ini, maka ia menjalin hidup dengan cara-cara dunia dan merasa nyaman melakukan semua itu.
Contohnya seperti hidup dalam hawa nafsu, keserakahan, perselisihan, permusuhan, ingin menang sendiri dan i merasa nyaman melakukan semua itu. Ada banyak seruan agar anak-anak Allah tidak mencintai atau menjalin persahabatan dengan dunia.
Kita adalah anak-anak terang yang tidak berasal dari dunia ini. Oleh karena itu, hidup di dunia ini bersifat sementara, karena kehidupan yang sesungguhnya ada di surga bersama Kristus.
Oleh karena itu, Yakobus memberi pesan atau nasehat kepada orang-orang percaya supaya tidak menjalin persahabatan dengan dunia ini. Berdasarkan Yakobus 4:1-6, ada hal penting yang akan kita bahas dan renungkan bersama.
1. Keinginan daging dan nafsu dalam dirinya
Bacaan Firman: Yakobus 4:1-6
Renungan Kristen 23 Juni 2026
Tema: Persahabatan dengan dunia.
Yakobus 4:1-3 menuliskan demikian:
“Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? 4:2 Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima.”
Yakobus mengingatkan bahwa sadar atau tidak sadar semua orang percaya selalu berjuang melawan segala bentuk keinginan daging dan hawa nafsu di dalam dirinya sendiri(ay.1-3). Hal ini terlihat dari pernyataannya mengenai “datangnya pertengkaran di antara kamu.”
Artinya, di antara jemaat Tuhan memang sedang terjadi pertengkaran dan perselisihan. Yakobus menulis surat ini dengan tujuan supaya jemaat Tuhan dapat saling mengampuni dan kembali bersatu dalam melayani Tuhan.
Nasehat Yakobus juga menampar kita hari ini, karena ada banyak perselisihan di dalam gereja terjadi karena pelayanan berpusat pada diri sendiri. Ada yang ingin dihormati, ada yang suka mengatur, ada yang berpengalaman dan mungkin ada yang merasa benar dan menang sendiri.
Semua orang memang pernah marah atau mungkin bertengkar, sehingga mereka selalu berjuang melawan dirinya sendiri. Ia selalu berusaha untuk mengontrol dan mengendalikan segala bentuk keinginan daging tersebut. Namun sayang, karena mereka kurang berdoa sehingga tidak menerima apa-apa.
Musuh terbesar di dalam hidup memang melawan diri sendiri. Tanpa pertobatan dan kelahiran kembali maka tidak mungkin seseorang dapat mengendalikan dirinya sendiri.
Oleh sebab itu, Tuhan Yesus memberikan Roh Kudus untuk membimbing, memimpin dan mendoakan orang-orang percaya. Dengan demikian, anak-anak Allah yang sudah lahir baru dapat hidup dan melakukan kehendak-Nya melalui pimpinan dari Roh Kudus.
2. Orang-Orang Percaya Menjadi Tidak Setia
Yakobus 4:4 menuliskan demikian:
“Hai kamu, orang-orang yang tidak setia! Tidakkah kamu tahu, bahwa persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah?”
Ada banyak orang yang di dalam gereja yang sering mementingkan diri sendiri, mencari keuntungan, mencari kesenangan, kepuasan pribadi dan mengabaikan kebenaran dan kehendak Allah ( Luk 8:14; Gal 5:16-20).
Akibatnya, muncullah pertikaian yang saling mementingkan diri sendiri di dalam persekutuan dan pelayanan. Mereka yang bertanggung jawab atas terjadinya hal-hal ini menunjukkan bahwa mereka tanpa Roh dan di luar kerajaan Allah.
Yakobus mengingatkan bahwa ketidaksetiaan di antara orang-orang yang sudah percaya sangat membahayakan. Fokus pelayanan mereka adalah diri sendiri dan bukan Allah. Oleh karena itu, berdoa dan membangun persekutuan di dalam Kristus adalah kunci untuk bertumbuh bersama.
Tanpa adanya doa dan persekutuan yang sungguh-sungguh, maka mereka hanya akan fokus pada kepentingan diri sendiri. karena setiap orang memiliki pengetahuan dan kecerdasan untuk melakukan kehendaknya bebasnya secara sadar. Artinya, setiap orang bisa melakukan apa saja sesuai dengan keinginannya.
Hal inilah yang juga menjadi persoalan dalam kehidupan orang-orang percaya pada zaman ini. Sering kali firman Tuhan tidak lagi menjadi standar kebenaran yang mutlak untuk mengatur kehidupan rohani dan jasmani mereka.
Kebanyakan orang-orang yang melakukan perbuatan dosa selalu membenarkan dirinya sendiri dengan berbagai alasan. Padahal banyak perbuatan-perbuatannya yang tidak sesuai dengan standar norma dan kebenaran dari firman itu sendiri.
Bagaimana dengan kehidupan kita hari ini? Semoga kita tetap setia beribadah dan menjadi anak-anak terang yang setia sampai Dia memanggil kita. Zaman-zaman akhir ini akan banyak muncul pengajar-pengajar sesat dan orang-orang yang murtad atau tidak setia kepada Allah.
3. Renungan Kristen 23 Juni: Allah Menentang Orang Congkak
Yakobus: 4:5-6:
Janganlah kamu menyangka, bahwa Kitab Suci tanpa alasan berkata: “Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!” Tetapi kasih karunia, yang dianugerahkan-Nya kepada kita, lebih besar dari pada itu. Karena itu Ia katakan: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”
Yakobus di sini menegur jemaat Tuhan yang mengapa percaya kepada Kristus, tetapi hidup mereka penuh dengan perselisihan dan pertengkaran.
Karena itu, pada ayat 5 dan 6 kita menemukan dua hal penting yang menunjukkan:
- Jemaat Tuhan harus memiliki kesetiaan penuh kepada Allah
- Allah menunjukkan kasih-Nya kepada orang-orang yang rendah hati dan mau bertobat.
Kata “cemburu” di sini bukan seperti rasa dengki manusia yang tidak baik. Ini adalah rasa cemburu yang suci dari Allah untuk umat kepunyaan-Nya.
Di zaman Perjanjian Lama, Allah sering disamakan seperti suami yang setia, dan Israel adalah pengantin perempuan-Nya. Waktu umatnya menyembah berhala atau lebih cinta dunia dari pada Allah, itu diartikan sebagai perselingkuhan jiwa. Dan Allah cemburu kepada Israel.
Yakobus baru saja mengatakan dengan tegas mengenai hal ini:
“Persahabatan dengan dunia adalah permusuhan dengan Allah” (Yakobus 4:4).
Selanjutnya Yakobus lalu mengutip Amsal 3:34: “Tuhan melawan orang yang sombong. ” Kata “melawan” artinya Tuhan berdiri di sisi lain dari orang yang angkuh.
Sikap angkuh merupakan kesombongan, biasanya mereka merasa tidak memerlukan Tuhan. Orang angkuh biasanya percaya pada kekuatan, kepintaran, dan mengandalkan diri sendiri. Oleh sebab itu, Tuhan menentang orang yang congkak dan mengasihi orang yang rendah hati.
Orang yang rendah hati berarti menyadari kekurangan dan kelemahannya, menyadari kesalahannya, bersedia dibimbing, tidak menyombongkan diri dan mau berserah pada Yesus Kristus.
Tunduk dan mendekat kepada Allah
Yakobus juga memperingatkan supaya orang-orang percaya tunduk dan taat kepada Allah, supaya iblis lari dan tidak mengganggu anak-anak Tuhan. Sabda Tuhan mengatakan bahwa “karena itu tunduklah kepada Allah dan lawanmu adalah Iblis, maka ia akan lari dari padamu” (Yak. 4:7).
Allah menghendaki kita tunduk dan taat kepada-Nya. Dengan demikian, maka Iblis dengan segala bentuk tipu dayanya tidak mampu untuk menjatuhkan kita dalam dosa.
Oleh karena itu, kita diminta untuk berjaga-jaga, waspada dan bertekun dalam doa dan ibadah. Tujuannya adalah supaya Allah memberikan pertolongan dan kekuatan untuk menjalani kehidupan ini.
Jangan lupa untuk menyiapkan waktu khusus untuk membangun hubungan secara pribadi dengan Allah. Misalnya dengan mendekatkan diri kepada Allah melalui ibadah umum atau persekutuan-persekutuan supaya iman kita bertumbuh dan semakin kuat. Marilah kita menyucikan hati dan pikiran kita supaya kudus dan berkenan kepada Allah.
Buang semua segala bentuk kebencian, sakit hati, dendam, amarah, percabulan dan berbagai bentuk perbuatan dosa. Dengan demikian, hidup kita akan berkenan kepada Allah, Ia akan senantiasa memperhatikan, memelihara dan memberkati anak-anak-Nya yang setia.
Kesimpulan: Renungan Kristen 23 Juni
Yakobus mengingatkan dan mengajarkan supaya jemaat Tuhan untuk waspada dan tidak membangun persahabatan dengan dunia ini. Ingat, bahwa anak-anak terang tidak berasal dari dunia ini, melainkan berasal dari sorga.
Oleh karena itu, tunduk dan mendekatkan diri kepada Allah dan hidup menurut kebenaran firman-Nya adalah suatu keharusan. Menjaga dan mawas diri adalah cara terbaik supaya kita berhati-hati dan tidak dikuasai oleh segala bentuk hawa nafsu dan keinginan daging.
Dengan bergantung dan merendahkan diri di hadapan Allah, maka Roh Kudus akan bekerja dan selalu memimpin kehidupan kita. Allah sangat menghendaki anak-anak-Nya setia dan patuh kepada firman-Nya, dan Dia menentang orang-orang yang sombong dan congkak.
Di manakah hidup kita sekarang berada? Apakah kita hidup dengan cara-cara duniawi yang suka kepada perselisihan dan pertengkaran? Atau kita hidup dengan rendah hati dan membangun hubungan yang erat dengan Allah?





