Posted in

Mengenal Pribadi Roh Kudus

Mengenal Pribadi Roh Kudus

Mengenal Pribadi Roh Kudus berarti memahami bahwa Roh Kudus tidaklah hanya sebuah kuasa atau pengaruh dari Allah, tetapi justru merupakan Pribadi ilahi yang bekerja dalam hidup orang percaya.

Banyak orang memandang Roh Kudus hanya sebagai sebuah kekuatan spiritual saja. Padahal Alkitab mengajarkan bahwa Roh Kudus juga memiliki kehendak, pikiran dan perasaan dan Ia adalah Allah.

Ia dapat mengajar, membimbing, menghibur, bahkan merasa sedih bila orang-orang hidup dalam kesesatan (Yohanes 14:26; Efesus 4:30). Sebagai Pribadi ketiga dalam Tritunggal, sifat dan hakikat Roh Kudus sama seperti Bapa dan Anak.

Roh Kudus dapat diibaratkan seperti angin. Kita tidak bisa melihat angin bertiup, tetapi saat angin berhembus kita bisa merasakan kekuatannya.

Siapa pernah yang melihat angin?
Bagaimana bentuk dan wujudnya? Kamu dan aku pun tidak tidak mengetahuinya.

Topi terbang di jalanan, asap berputar, tutup tong sampah melayang. Angin punya kekuatan dahsyat. Kadang ada berita bahwa mobil tertiup angin sampai keluar dari jalan.

Pentingnya Mengenal Pribadi Roh Kudus

Memahami dan mengenal Roh Kudus sebagai Pribadi berarti memahami bahwa Roh Kudus bukan hanya kuasa atau pengaruh dari Allah tetapi adalah Pribadi ilahi yang bekerja dalam kehidupan orang percaya.

Ada banyak orang yang menganggap Roh Kudus sebagai kekuatan rohani saja, tetapi seiring dengan itu, Alkitab menunjukkan bahwa Roh Kudus memiliki kehendak, pikiran, dan perasaan.

Ia bisa mengajar, menuntun, menghibur, hingga merasa duka ketika manusia hidup dengan tidak taat (Yohanes 14:26; Efesus 4:30). Sebagai Pribadi ketiga dalam Tritunggal, Roh Kudus memiliki karakteristik yang sama seperti Bapa dan Anak.

Mengenal Roh Kudus tidak terbatas pada pelajaran teologi semata, namun melibatkan relasi dengan Tuhan dalam hidup sehari-hari.

Roh Kudus bekerja dalam pembaruan hati manusia, kesadaran dosa, memperoleh kuasa hidup di dalam kebenaran dan membantu orang percaya tumbuh imannya.

Jesus berkata bahwa Roh Kudus akan datang sebagai Penolong bagi para muridnya (Yohanes 14:16-17). Oleh karena itu, hidup orang percaya tidak bisa terpisahkan dari Roh Kudus.

Roh Kudus adalah Seorang Pribadi

Roh Kudus bukan hanya sebatas perasaan dan tenaga saja. Ia begitu penting bagi hidup kita. Dalam Alkitab, penjelasan tentang Roh Kudus menggunakan kiasan yang hanya dapat dikenakan pada seseorang atau pada sebuah pribadi.

Tidak mungkin, misalnya, menggunakan kata ganti yang biasa digunakan untuk membahas tentang sesuatu benda atau hewan seperti kata ganti “it” dalam bahasa Inggris).

  • Contohnya, Dia mencintai (Roma 15:30),
  • Dia berduka (Efesus 4:30);
  • Dia menegur (Yohanes 16:8);
  • Dia memberi (1 Korintus 12:8-11)
  • Dia menjadi saksi (1 Yohanes 5:7)
  • Dia mengetahui (1 Korintus 2:11, 12:8; Yohanes 14:26)
  • Ada pengkhianatan terhadap Roh Kudus (Matius 12:32-33)

Berdasarkan kesaksian Alkitab, dapat disimpulkan bahwa Roh Kudus bukan hanya kekuasaan atau energi tanpa pribadi. Roh Kudus adalah Pribadi ilahi dengan kehendak dan kuasa. Dia mengajar, menegur, mencintai, merasa berduka, mengingatkan, menjadi saksi dan memimpin kehidupan orang percaya.

Demikian pula, kita tidak dapat melihat Roh Kudus sebagai sesuatu yang impersonal atau kekuatan rohani saja.

Alkitab juga menginformasikan kepada kita bahwa manusia bisa berdosa terhadap Roh Kudus, yang memperlihatkan hubungan pribadi antara Roh Kudus dan manusia.

Sebagai seorang Kristen, kita dipanggil untuk menghormati, mendengarkan, dan hidup di pimpin oleh Roh Kudus.

Roh Kudus adalah Pribadi yang Ilahi

Dia adalah Allah, kekal dan mengetahui segala sesuatu (Mahatahu). Dia bisa segalanya (Mahakuasa) dan ada di mana-mana (Mahahadir).

Pada akhir tiap kebaktian kamu tentu mendengar pendeta mengucapkandoa berkat, “Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah Bapa, dan persekutuan Roh Kudus, menyertai kamu sekalian …”

Di situ, Roh Kudus disertakan dengan Allah Bapa dan Allah Anak dan Ketiga-tiganya satu, yakni Allah yang Esa. Ketika seseorang dibaptis, dia dibaptis dalam nama (bukan dalam “nama-nama”) Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus. Lagi-lagi Roh Kudus disertakan dengan Allah Bapa dan Allah Anak.

Kita juga diperingatkan tentang bahaya menghujat Roh Kudus. Yang bisa dikenai hujat hanyalah Pribadi yang adalah Allah. Misalnya, kalau kamu mengumpati pemimpin gereja yang paling tinggi atau paling suci, itu perbuatan yang jahat, tetapi bukan hujat.

Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni (Mat. 12:31). Karena itu, kita juga boleh berdoa kepada Roh Kudus, dan tentunya itu dosa seandainya Dia bukan Allah.

Kita tahu mengenai cerita serius tentang Ananias dan Safira (Kisah Para Rasul 5:3), bagaimana mereka berdua dihukum mati karena berbohong. Ayat 3 dengan jelas mengatakan mereka “mendustai Roh Kudus”. Dan ayat selanjutnya menambahkan, “Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah.”

Di dalam Alkitab, ada beberapa nama yang menunjuk kepada Roh Kudus. Contohnya, kadang Dia disebut “Merpati suci, atau Merpati surgawi”, karena penampakan-Nya pada waktu Yesus dibaptis. Dia juga disebut Sang Penghibur ilahi. Ia juga sering dipanggil Roh Kudus.

Roh Kudus Aktif dalam Penciptaan

Sejak awal penciptaan, Roh Kudus telah hadir dan bekerja bersama Allah. Kitab Kejadian 1:2. menuliskan bahwa “Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air”.

Ini merupakan bukti bahwa Roh Kudus bukanlah Pribadi baru pada Perjanjian Baru, melainkan Pribadi yang sudah bekerja sejak awal penciptaan. Kehadiran Roh Kudus dalam penciptaan membuktikan bahwa pekerjaan Allah melibatkan semua Pribadi dari Tritunggal.

Allah Bapa menetapkan dan merencanakan, Firman atau Anak Allah melakukan apa yang dikehendaki-Nya, sementara Roh Kudus dengan kuasa-Nya datang membawa keteraturan dan kehidupan dalam penciptaan.

Peranan lain dari Roh Kudus adalah pemberian hidup kepada ciptaan.

Dalam Ayub 33:4 menuliskan:

“Roh Allah telah membuat aku, dan nafas Yang Mahakuasa membuat aku hidup.”

Hal ini mencerminkan bahwa hidup manusia tidaklah semata-mata menjadi hasil dari proses-proses alami, tetapi adalah hasil karya Allah melalui Roh-Nya. Maka dengan demikian, tidak hanya penciptaan, tetapi juga kehidupan yang telah diciptakan Tuhan adalah pekerjaan Roh Kudus.

Pemahaman tentang pekerjaan Roh Kudus pada penciptaan membantu kita untuk memahami bahwa Roh Kudus adalah Allah yang berkuasa. Sejak dini Dia sudah melakukan pekerjaan untuk menyatakan kehendak dan kemuliaan-Nya.

Tiga Karya Istimewa Roh Kudus

Ada tiga karya istimewa Roh Kudus yang akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

1. Kelahiran Tuhan Yesus

Bagaimana mungkin Yesuslahir dariseorang perawan? Maria sendiri bertanya, “Bagaimana hal itu mungkin terjadi?”

Malaikat menjawabnya (Luk. 1:35):

“Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau. Sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah”.

Kita tidak berusaha menjelaskannya; kita mempercayainya

2. Pengilhaman Alkitab

Firman Tuhan mengatakan dalam 2 Petrus 1:21:

Sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.

Kalimat “tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia” menyiratkan bahwa rasul-rasul tidak memberikan pidato mereka berdasarkan pikiran, pendapat atau keinginan mereka sendiri.

Mereka tidaklah orang-orang yang membuat pesan spiritual berdasarkan kebijaksanaan mereka sebagai manusia. Ini bukan berarti bahwa para penulis Alkitab kehilangan kepribadian dan kapasitas mereka untuk berpikir.

Allah mengandalkan pengalaman dan karakter mereka sebagai sarana penyampaian berita-Nya. Namun, sumber utama dari pengajaran tersebut adalah Roh Kudus.

3. Karya Anugerah di dalam Hati

Kita tidak tahu apa-apa sebelum Roh Kudus mengerjakan kelahiran baru dalam hati kita. Ini sepenuhnya pekerjaan Roh
Kudus, yang memberikan kehidupan yang sesuai kehendak Allah.

Setelah itu Dia meneruskan pekerjaan yang sudah dimulai-Nya. Dia akan memimpin, mengajar, menolong dalam doa, menghibur dan Dia memberi pengertian tentang Kitab Suci.

Dia menyingkapan Yesus kepada kita. Kita sangat memerlukan Roh Kudus untuk bekerja dalam diri kita terus-menerus. Tanpa Dia, kita tidak tahu apa-apa.

Penutup: Mengenal pribadi Roh Kudus

Sebagai orang Kristen, mari kita buka hati lebih dalam lagi untuk memperoleh pengetahuan akan Roh Kudus melalui firman-Nya. Dengan membangun persekutuan dengan-Nya, maka kita bisa taat kepada pimpinan Roh Kudus.

Marilah kita membiarkan Roh Kudus mengubah karakter kita agar menyerupai Kristus dan memimpin dalam setiap keputusan yang diambil.

Pengetahuan yang kita miliki akan Roh Kudus ini akan semakin banyak jika kita dapat mengalami anugerah, penghiburan, hikmat dan kuasa Allah.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *