Apa Arti Kristologi? “Christology” merupakan cabang ilmu teologi Kristen yang mempelajari tentang natur, kepribadian dan karya penebusan Yesus Kristus berdasarkan keterangan yang diberikan dalam Alkitab.
Yesus Kristus bukanlah sekedar sosok sejarah, tetapi Dia adalah Mesias yang telah dinubuatkan oleh Alkitab.
Sesuai dengan apa yang disampaikan kitab Yohanes, bahwa firman itu telah menjadi manusia dan ada bersama-sama kita (Yohanes 1:1, 14). Dia datang untuk mewujudkan kasih dan rencana Allah terhadap manusia, dan melalui pengorbanan-Nya hubungannya dengan manusia dipulihkan.
Apa Arti Kristologi?
Apa arti Kristologi? “Christology” merupakan cabang ilmu teologi Kristen yang fokus mempelajari tentang kepribadian, natur, dan karya Yesus Kristus berdasarkan sumber dari Kitab Suci.
Kata Christology terdiri dari dua kata dalam bahasa Yunani. Kata pertama yaitu “Christos” yang berarti Kristus atau Yang Diurapi Kata kedua yaitu “logos” yang berarti ilmu, pembahasan, atau studi. Jadi secara umum, arti Christology dapat didefinisikan sebagai studi atau pembahasan mengenai Kristus.
Akan tetapi, “Christology” bukan hanya sekedar studi tentang kehidupan Yesus. Tujuan dari Kristologi adalah untuk memahami siapa Yesus menurut apa yang dikatakan Allah dalam Kitab Suci. Maka dari itu, “Christology” melibatkan beberapa pokok bahasan, antara lain:
- Identitas Yesus sebagai Mesias.
- Keilahian Yesus Kristus.
- Kemanusiaan Yesus Kristus.
- Karakteristik Yesus sebagai Allah yang sejati dan juga manusia yang sejati.
- Status Kristus sebagai Nabi, Imam, dan Raja.
- Perbuatan penebusan melalui kematian dan kebangkitan-Nya.
- Kedatangan Kristus kembali.
Semua pokok bahasan yang dikemukakan tersebut memiliki keterkaitan satu sama lain. Pada ilmu teologi Kristen, Christology sangat sering dianggap sebagai jantung dari seluruh doktrin.
Kekristenan tidak hanya dibangun berdasarkan sejumlah ajaran moral, namun berfokus pada sosok Yesus Kristus. Jadi, mempelajari Kristologi sama dengan mempelajari esensi dari kekristenan itu sendiri.
Dengan memahami apa itu “Christology”, maka orang-orang percaya dapat memahami siapa Yesus Kristus sebenarnya. Mengapa Ia datang ke dunia? Dan apa maksud dari kematian dan kebangkitan-Nya.
Apa itu Kristologi: Pengertian Menurut Teolog
Apa arti Kristologi? Berikut ini akan diuraikan beberapa pengertian Kristologi menurut para teolog Kristen.
Secara umum teolog Injili menyatakan bahwa Kristologi adalah studi tentang sifat dan pekerjaan Yesus Kristus seperti yang dituliskan dalam Alkitab.
Walaupun para teolog menggunakan bahasa yang berbeda dalam menjelaskan Kristologi, namun mereka sepakat dalam satu hal. Kristologi tidak lahir dari spekulasi manusia, namun hasil dari wahyu Tuhan yang tertulis dalam Kitab Suci.
1. Louis Berkhof
Berkhof mendefinisikan Kristologi sebagai salah satu cabang teologi sistematis yang mempelajari sifat dan pekerjaan Kristus. Menurut pendapatnya, pembicaraan tentang Kristus tidak bisa dipisahkan dari karya keselamatan Allah melalui Kristus Yesus kristus.
Lebih lanjut Berkhof menyatakan bahwa Yesus memiliki dua natur yang sempurna, yakni manusia yang sejati dan Allah yang sejati.
2. Millard J. Erickson
Millard J. Erickson mengartikan “Christology” sebagai studi yang mengkaji mengenai identitas Yesus Kristus serta karyanya bagi umat manusia.
Erickson berpendapat bahwa Kristologi perlu memberikan jawaban atas dua pertanyaan penting ini:
- Siapakah Yesus?
- Apa yang dikerjakan Yesus?
Kedua pertanyaan ini saling terkait dan tidak dapat dipisahkan. Apabila seseorang tidak bisa memahami sosok Yesus dengan benar, maka ia juga akan salah dalam memahami karya keselamatan-Nya.
3. Wayne Grudem
Wayne Grudem menyatakan bahwa Kristologi adalah studi tentang sifat Yesus dan karya-karya-Nya sebagai Juruselamat bagi manusia.
Grudem menegaskan bahwa semua pengajaran dalam kitab suci menunjukkan Yesus sebagai Allah telah merendahkan diri-Nya dan menjadi manusia. Ia rela menderita dan mati dikayu salib untuk menebus dosa manusia.
Jadi, Christology tidak hanya sebuah disiplin ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki implikasi praktis bagi keyakinan pengikut-Nya.
Meskipun ketiga teolog ini menerapkan pendekatan yang berbeda,namun mereka mendapatkan kesimpulan yang serupa, yaitu bahwa Christology adalah sebuah disiplin yang berpusat pada Yesus Kristus.
Kristologi dalam Alkitab
Apa itu Kristologi dalam Alkitab? Doktrin Kristologi bukanlah sebuah ajaran yang dikembangkan oleh gereja ribuan tahun lamanya setelah masa para rasul. Dasar-dasar dari jaran ini telah ada di seluruh Alkitab, mulai dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru.
1. Kristus dalam Perjanjian Lama
Apa itu Kristologi dalam Alkitab? Dalam kitab Perjanjian Lama, Allah telah menubuatkan banyak hal mengenai Mesias yang akan datang. Sejak jatuhnya manusia ke dalam dosa, Allah telah berjanji akan mengirimkan seorang Penebus.
Salah satu nubuatan yang sering disebut sebagai “Injil yang pertama” ada dalam Kejadian 3:15, di mana Allah mengucapkan janji mengenai keturunan perempuan yang akan meremukkan kepala ular.
Nabi Yesaya banyak menubuatkan mengenai kelahiran Mesias, Yesaya 9:5-6:
Sebab setiap sepatu tentara yang berderap-derap dan setiap jubah yang berlumuran darah akan menjadi umpan api. Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.
Melalui nubuatan ini dapat terlihat bahwa kedatangan Kristus sudah ada dalam rencana Allah dari jaman dahulu.
2. Kehadiran Kristus dalam Perjanjian Baru
Apa itu Kristologi dalam Alkitab? Dalam kitab Perjanjian Baru menjelaskan tentang pemenuhan dari nubuatan-nubuatan di dalam kitab-kitab Perjanjian Lama.
Injil Yohanes membuka kesaksian-Nya dengan sebuah pernyataan yang sangat kuat.
Yohanes 1:14:
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Ayat-ayat ini berfungsi sebagai fondasi utama bagi ajaran inkarnasi, yang menyatakan bahwa Allah Anak mengambil sifat manusia tanpa mengorbankan keilahian-Nya.
Kristologi yang terdapat dalam Alkitab tidak hanya menjelaskan bahwa Yesus adalah seorang manusia yang tinggal di Palestina pada abad pertama, tetapi juga bahwa Ia adalah Firman Allah yang abadi.
Yesus Adalah Allah Sejati
Satu hal yang harus diperkuat dalam Kristologi adalah bahwa Yesus Kristus adalah Allah. Penegasan tersebut bukan hasil tradisi gereja, tetapi kesaksian yang tertulis dalam Alkitab.
Bagian Perjanjian Baru selalu menekankan bahwa Yesus memiliki sifat, kuasa, dan kemuliaan yang hanya dapat dimiliki oleh Allah.
Selain Yohanes, Rasul Paulus juga memberikan penegasan mengenai keilahian Yesus Kristus.
Kolose 2:9:
Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan.
Dengan demikian ayat ini menunjukkan bahwa sifat ilahi Kristus bukan hanyalah simbol atau gelar yang sangat tinggi. Dalam Kristus ada seluruh kepenuhan Allah.
Maka dari itu, ketika umat Kristen beribadah kepada Yesus, bukan hanya seorang manusia biasa yang disembah, tetapi Allah yang datang ke dunia dalam rupa manusia.
Keilahian Yesus Kristus juga ditunjukkan dari beberapa tindakan-Nya. Yesus memberi pengampunan (Markus 2:5), menerima pujian (Matius 14:33) dan mengontrol alam (Markus 4:39-41).
Yesus juga menggunakan ungkapan “Aku telah ada” (egō eimi) dalam Yohanes 8:58. Kata ini dimengerti oleh banyak teolog sebagai sebuah rujukan atau gema terhadap penyataan nama Allah dalam Keluaran 3:14.
Lewat ungkapan ini, Yesus menegaskan keberadaan-Nya yang kekal dan menyatakan identitas-Nya sebagai Allah.
Penjelasan di atas mengungkapkan bahwa Alkitab juga menampilkan Yesus bukan hanya sebagai duta atau putra Allah, tetapi juga sebagai Allah sendiri yang datang ke dunia untuk mengekspresikan kasih dan menyelamatkan umat manusia.
Yesus adalah Manusia Sepenuhnya
Selain itu, teologi Kristologi juga menegaskan bahwa Yesus adalah manusia yang sejati. Bukan berarti inkarnasi hanya menyebabkan Allah berbentuk seperti manusia, tapi Allah benar-benar mengambil sifat dan rupa manusia.
Alkitab berbicara tentang bagaimana Yesus lahir, tumbuh, merasakan lapar, haus, lelah, sedih, bahkan penderitaan hingga kematian. Kesemuanya menunjukkan bahwa ia memiliki karakteristik kemanusiaan yang sejati.
Kitab Ibrani berbicara tentang hal tersebut dalam Ibrani 2:14:
Sebab anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut.
Paulus juga berbicara tentang hal ini dalam Filipi 2:6-7:
Dia yang meskipun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan.
Kemanusiaan Kristus penting sebab hanya sebagai manusia sejati, Yesus bisa mewakili umat manusia. Meski mengalami banyak cobaan, tetapi Ia tetap menjalani kehidupan tanpa melakukan dosa.
Kristologi Menunjuk pada Karya Kristus
Apa itu kristologi? Kristologi tidak sekedar membicarakan mengenai identitas Yesus. Doktrin ini juga menjelaskan apa yang dilakukannya bagi manusia.
Setiap layanan dari Yesus sejak kelahirannya sampai matinya di kayu salib. Ini mencakup segala tentang kebangkitan, naik ke surga, bahkan janji kedatangannya kembali, semuanya adalah bagian dari pekerjaan penyelamatan Allah.
Petrus Paulus menyusun esensi Injil dalam 1 Korintus 15:3–4:
Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci.
Dengan kematian-Nya, Kristus membayar seluruh hukuman atas dosa yang seharusnya dibayar oleh manusia. Kebangkitan-Nya menunjukkan kemenangan atas dosa dan kematian serta jadi dasar iman bagi siapa pun yang percaya kepada-Nya.
Diskusi mengenai karya penebusan Kristus merupakan topik yang sangat luas. Karena itulah, dalam studi teologi biasanya lebih mendetail dalam doktrin keselamatan (Soteriology). Namun, Kristologi tetap menjadi dasar, sebab karya keselamatan tidak dapat dipisahkan dari pribadi Kristus.
Mengapa Kristologi Penting Bagi Orang Kristen?
Ada yang mengatakan bahwa “Christology” hanya penting bagi mereka yang studinya berhubungan dengan teologi atau yang menjadi pendeta.
Namun, untuk seorang yang beriman, pentingnya Kristologi tidak dapat dikesampingkan begitu saja. Jika tidak memiliki pemahaman yang benar mengenai Kristus, maka umat Tuhan bisa disesatkan oleh ajaran-ajaran palsu.
Kristologi juga memudahkan orang-orang percaya untuk memahami dasar imannya. Kekristenan bukanlah sekedar prinsip etis atau sekumpulan adat istiadat agama. Maka dari itu, Iman Kristen difokuskan kepada Yesus Kristus yang hidup, mati, bangkit, dan akan datang kembali.
Selain itu, pengetahuan tentang Kristologi juga membawa pada kekaguman, ketaatan, rasa syukur dan persekutuan personal dengan Allah.
Seseorang yang lebih banyak memahami tentang siapa Yesus, akan lebih mendalam memahami tentang kasih Allah. Secara khusus pengorbanan yang dilakukan oleh Kristus di kayu salib, serta harapan yang diberikan oleh Allah melalui kebangkitan-Nya.
Kristologi juga merupakan dasar bagi berbagai doktrin Kristen lainnya. Misalnya, doktrin keselamatan yang menjelaskan bagaimana tindakan Kristus untuk menyelamatkan manusia.
Kesimpulan: Apa Arti Kristologi?
Apa arti Kristologi? Kristologi merupakan salah satu cabang ilmu teologi yang membahas studi mengenai pribadi dan karya Yesus Kristus sesuai firman-Nya di dalam Alkitab. Melalui Kristologi, pengikut Kristus mendapatkan pemahaman bahwa Yesus adalah Tuhan yang menjadi manusia untuk mewujudkan rencana keselamatan dari Allah.
Menurut beberapa teolog Injili seperti Louis Berkhof, Millard J. Erickson, dan Wayne Grudem, Kristologi merupakan pengetahuan yang berfokus pada dua pertanyaan penting. Yakni, siapa Yesus Kristus dan apa yang telah dilakukannya. Jawaban atas kedua pertanyaan tersebut menjadi landasan penting bagi iman Kristen.
Kitab Suci dianggap sebagai sumber primer Kristologi. Sejak nubuat mengenai Mesias dalam Perjanjian Lama hingga kesaksian para rasul dalam Perjanjian Baru, Alkitab secara konsisten menyampaikan bahwa Yesus merupakan Mesias yang dijanjikan. Firman itu telah menjadi manusia, mati dan dibangkit kembali, Dia adalah Tuhan atas segala sesuatu.
Ajaran tersebut membantu setiap pengikut Kristus agar dapat mengenal Yesus Kristus dengan baik, menjauhkan diri dari ajaran yang keliru, dan membangun iman berdasarkan kesaksian Alkitab. Semakin dalam pengetahuan seseorang mengenai Yesus Kristus, maka semakin baik pemahaman mereka tentang isi Injil.