Klasifikasi malaikat menurut Alkitab terlihat dari beberapa ayat yang membicarakan tentang “mengelilingi takhta, makhluk-makhluk” dan tua-tua (Why. 5:11). Hal menunjuk kepada masing-masing tugas dan peran yang mereka terima dari Allah.
Para malaikat juga diberi klasifikasi pemerintahan ataupun seperti ada penggolongan, hal ini sesuai dengan tugas dan peran mereka masing-masing (Ef. 3:10). Mengenai malaikat-malaikat yang baik dan malaikat-malaikat yang jahat, mereka juga memiliki penggolongan (Ef. 6:2).
Klasifikasi malaikat menurut Alkitab
Klasifikasi malaikat menurut Alkitab dapat terlihat dari beberapa penjelasan di atas, maka dapat didefinisikan bahwa Allah telah mengorganisasikan malaikat-malaikat pilihan dan setan telah mengorganisasikan malaikat-malaikat yang jahat.
Dari kenyataan ini timbullah satu hal praktis yang sangat penting. Jika para malaikat ada klasifikasi atau pemerintahan, lalu bagaimana dengan orang-orang Kristen yang percaya kepada Yesus?
Seringkali secara perorangan maupun secara kelompok-kelompok orang Kristen sangat sulit berorganisasi. Kadang-kadang orang-orang percaya merasa bahwa mereka dapat berusaha sendiri-sendiri atau mengharapkan kemenangan terlebih dahulu tanpa yang tertib dan terorganisasi.
Sehingga kadang-kadang orang percaya gagal mencapai yang terbaik karena mereka tidak merencanakan dan mengorganisasi pekerjaan mereka dengan baik.
Penggolongan malaikat yang baik
Klasifikasi malaikat memang tidak disebutkan secara langsung di dalam Alkitab. Namun Alkitab menuliskan bahwa da malaikat-malaikat tertentu yang memiliki tugas khusus.
Alkitab menyebutkan beberapa makhluk surgawi seperti malaikat, kerub, dan serafim. Dalam Alkitab juga ada istilah penghulu malaikat dan pemerintahan atau kuasa yang dalam beberapa bagian Alkitab dikaitkan dengan takhta surgawi.
1. Penghulu malaikat
Berdasarkan keterangan dari Alkitab hanya Mikhael yang ditunjuk sebagai penghulu malaikat atau malaikat yang berkedudukan tinggi (Yudas. 1:9; 1 Tes. 4;16).
Tidak ada bagian Alkitab yang berbicara tentang penghulu-penghulu malaikat. Walaupun jelas malaikat-malaikat lain yang berkedudukan tinggi (Daniel 10:13), namun penghulu malaikat hanya satu.
Ketika Paulus mengatakan bahwa suara penghulu malaikat akan terdengar, ia rupanya tidak merasa perlu menyebut nama penghulu malaikat itu. Hal ini membenarkan kesimpulan bahwa penghulu malaikat hanya satu.
Dalam Perjanjian Lama Mikhael tampil sebagai malaikat pelindung Israel (Dan, 10:21; 12;1) yang khususnya akan menolong Israel waktu mereka dalam kesusahan besar pada masa yang akan datang.
Mikhael juga memimpin para malaikat yang menjadi bala tentara surga melawan Setan dan para pengikutnya (Why. 12:7). Dalam Kitab Yudas (Yudas 1:9) juga menjelaskan bahwa Mikhael bertengkar dengan Setan mengenai mayat Musa, menunjukkan bahwa Mikhael harus melakukan sesuatu berkenaan dengan pemakaman Musa.
2. Pemimpin-pemimpin terkemuka
Ungkapan dalam Daniel:13 menunjuk kepada sekelompok malaikat yang berkedudukan tinggi. Hal ini menekankan bahwa ada penggolongan di antara para malaikat. Dari kelompok para pemimpin terkemuka itu, Mikhael rupanya yang paling terkemuka karena ia adalah penghulu malaikat.
3. Klasifikasi malaikat: Penguasa-Penguasa Pemerintahan
Pemerintah-pemerintah atau kerajaan. kata-kata ini yang diucapkan Paulus menunjukkan suatu golongan alaikat yang baik maupun malaikat yang jahat yang jahat yang terlihat dalam pemerintahan semesta alam (Rm. 8:38; Ef. 1:21; 3:10; 6:12; Kol. 1:16; 2: 10).
Penguasa-penguasa dan kekuasaan-kekuasaan. Kata-kata ini rupanya menekankan kekuasaan-kekuasaan malaikat-malaikat dan roh-roh jahat yang kekuasaannya digunakan dalam hubungannya dengan urusan urusan dunia (Ef. 2:21; 2:2; 3:10; Kol. 1:16; 2:10,15).
Kekuasaan-kekuasaan. Kata ini menekankan kenyataan bahwa para malaikat dan roh jahat memiliki kekuasaan yang lebih besar daripada manusia (2 Petrus. 2:11; Ef. 1:21). Pada satu tempat roh-roh ditunjuk sebagai penguasa penguasa dunia kegelapan (Ef. 6:12).
Singgasana dan kerajaan. Pemberian nama ini menekankan martabat dan wewenang malaikat-malaikat penguasa menurut penggunaan Allah di dalam pemerintahan-Nya (Ef. 1:21; Kol. 1:16; 2 Petrus 2:10; Yudas 1:8).
4. Kerub
Kerub juga termasuk golongan malaikat lainnya. Ia memiliki jabatan dan derajat yang tinggi (Yeh. 28:14,16). Ia juga telah melindungi jalan yang menuju ke pohon kehidupan di taman Eden, sehingga manusia tidak kembali ke Taman itu (Kejadian 3:24).
Penggunaan kerub-kerub sebagai kiasan dalam Kemah Suci dan bait Allah mungkin juga menunjuk kepada Kerub sebagai malaikat penjaga kekudusan Allah (Keluaran 26:1-37; 36:8:38; 1 Raj. 6:23-29).
Mereka juga membawa kereta beroda seperti yang dilihat oleh Yehezkiel. sementara orang juga menganggap 4 makhluk hidup yang disebut dalam Kitab Wahyu 4: 6 sama dengan keruh.
Meskipun ada yang mengatakan bahwa makhluk-makhluk ini melambangkan sifat-sifat khas Allah. Gambar-gambar keruk juga akan menjadi bagian dari Bait Suci kerajaan 1000 tahun (Yeh. 41;18-20).
5. Serafim
Semua yang kita ketahui mengenai golongan makhluk malaikat ini terdapat dalam Yesaya 6:2,6. Rupanya Serafim adalah suatu golongan malaikat yang serupa dengan Kerub.
Mereka bertindak sebagai pelayan di Tahta Allah dan sebagai alat atau perantara untuk menyucikan. Mereka juga mempunyai kewajiban untuk memuji Allah.
Gambaran mengenai mereka memberikan kesan bahwa mereka adalah makhluk seperti manusia bersayap enam. Mungkin kata Serafim itu berasal dari kata yang berarti “membakar” atau barangkali dari kata dasar yang berarti “mulia”.
6. Klasifikasi malaikat: Malaikat-malaikat khusus
Klasifikasi malaikat menurut Alkitab juga terlihat dari adanya malaikat-malaikat khusus seperti Gabriel. Gabriel juga tampil sebagai malaikat yang berkedudukan tinggi walaupun ia tidak disebutkan sebagai penghulu malaikat seperti Mikhael.
Namanya berarti pahlawan Allah dan tugas khususnya ialah menyampaikan pesan-pesan penting dari Allah kepada orang-orang tertentu yaitu kepada Daniel (Dan. 8:16; 9:21), kepada Zakaria (Luk. 1:19) dan kepada Maria (Luk. 1:26).
Malaikat-malaikat tertentu disebutkan dalam hubungannya dengan tugas khusus yang mereka lakukan. misalnya malaikat yang berkuasa atas api (Why. 4:18), malaikat yang berkuasa atas air 16:5), malaikat jurang maut dan Malaikat yang mengikat setan (20:1-2).
Lalu ada malaikat-malaikat yang ada hubungannya dengan hukuman-hukuman yang akan datang. Ada tiga rentetan hukuman yang dinyatakan Wahyu yang melibatkan para malaikat dalam pemberitaannya.
Ketika malaikat-malaikat meniup sangkakala maka hukuman-hukuman dalam Wahyu 8:9 dimulai dan tujuh malapetaka yang terakhir dicurahkan ke bumi oleh para malaikat juga (Why. 16).
Malaikat-malaikat ketujuh Jemaat dan dalam Wahyu 2-3. Setiap surat ditujukan kepada malaikat dari ketujuh Jemaat dan malaikat-malaikat itu terlihat di tangan kanan Kristus yang telah bangkit. Tidak dapat dipastikan apakah mereka itu sungguh malaikat atau orang-orang yang menjadi pemimpin jemaat-jemaat.
Malaikat Yahweh. Sebagaimana dibicarakan dalam pasal 40, Malaikat yang baik adalah Christophany, ini perwujudan Allah menjelma menjadi manusia. Malaikat itu berbicara kepada Allah, menyamakan dirinya dengan Allah dan menggunakan hak istimewa Allah (Kejadian 16:7-12; 21:17-18; Keluaran 3:2; Hak. 2:1-4; 5:23; 6:11-24).
Pengejawantahan atau Perwujudan perwujudan malaikat itu berakhir sesudah Kristus menjelma menjadi manusia. Hal ini malaikat itu adalah Kristus sebelum menjelma menjadi manusia.



