Memperoleh Hati yang bijaksana: Renungan Mazmur 90:12

Memperoleh hati yang bijaksana

Memperoleh hati yang bijaksana dapat diperoleh dengan taat kepada hukum-hukum Allah, melakukan firman-Nya dan merenungkannya sepanjang hari. Orang-orang yang takut TUHAN akan akan berpikir dan bertindak dengan hati-hati, cermat dan berdoa kepada-Nya, sehingga keputusan dan tindakan yang diambil sudah melalui pertimbangan yang matang.

Bacaan : Mazmur 90:12
Tema : Hati yang Bijaksana
Renungan Kristen 8 Juli 2026

Mazmur 90:12:

“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana”.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) online, kata “bijaksana” dapatlah diartikan sebagai orang yang bijak dan memiliki pemikiran yang tajam atau luas.

Kata “Bijaksana” juga dapat diartikan sebagai berpikir dan bertindak dengan cermat dan juga penuh kehati-hatian atau bertindak dengan menggunakan akalnya dengan benar.

Dari penjelasan tersebut, maka kata “bijaksana” merupakan sebuah sikap dan tindakan yang penuh dengan kehati-hatian, cermat, penuh perhitungan dan juga teliti.

Memperoleh Hati yang Bijaksana

Renungan Kristen 8 Juli 2026 kali ini mengajak kita semua untuk membaca dan merenungkan firman Tuhan supaya kita memperoleh hati yang bijaksana.

Memiliki hati yang bijaksana dan arif memang keinginan dari banyak orang. Biasanya, semakin bertambah umur seseorang mereka makin bijaksana dalam beberapa hal.

Orang yang bijaksana tidak berpikir dan bertindak secara “sembrono” tetapi selalu menggunakan akal budinya supaya keputusan dan tindakannya selalu tepat.

Secara lebih luas kata “bijaksana” dapat diartikan sebagai sikap yang selalu memikirkan dampak atau konsekuensi dari setiap tindakan dan perbuatannya.

Renungan Kristen 8 Juli 2026 mengajak kita semua untuk merenungkan firman Allah di dalam Mazmur 90:12. Mari membaca dan merenungkannya, supaya kita memperoleh hati yang bijaksana.

Ajarilah kami menghitung hari-hari kami

Renungan pagi ini mengajak kita untuk menghitung hari-hari dan melihat segala kebaikan Tuhan. Firman Tuhan mengatakan demikian: “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana (Mazmur. 90:12)”.

“Ajarilah kami menghitung hari-hari kami sedemikian,” Apa arti kalimat ini?

Mazmur 90:1-17 adalah doa Musa kepada Allah. Musa adalah hamba Tuhan yang dipilih oleh Allah sendiri dan diutus untuk memimpin dan membebaskan Israel dari tanah Mesir. Ketika dia dipanggil oleh Allah, Musa menolak karena dirinya gagap dan tidak pandai bicara.

Meskipun demikian, akhirnya Musa menerima panggilannya untuk memimpin umat pilihan Allah. Sebagai orang pilihan yang memimpin bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, ini bukanlah perkara yang mudah.

Musa menyadari betul bahwa tanpa Tuhan, ia tidak bisa melakukan apa-apa. Oleh sebab itu, ia bersandar dan bergantung kepada Allah sepenuhnya.

Persoalan dan masalah boleh ada, yang terpenting kita harus bangkit dari keadaan terpuruk. Kisah Musa mengingatkan kita untuk terus bergantung dan percaya kepada Allah sepenuhnya.

Musa Melakukan Perenungan

Mazmur 90:12 adalah perenungan Musa ketika melihat kembali perjalanan hidupnya. Sesungguhnya manusia adalah makhluk ciptaan, mereka berasal dari tanah dan akan kembali menjadi debu (ay. 3-9). Setiap dosa tidak ada yang tersembunyi di hadapan-Nya, menghitung hari-hari menyadarkan Musa bahwa tanpa Tuhan dirinya hanyalah debu tanah.

Di dalam doanya, Musa juga mengatakan bahwa masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun. Oleh karena itu, Mazmur 90:12 merupakan bagian dari doa-doa yang dipanjatkan Musa kepada Allah.

Musa telah banyak melakukan perkara-perkara besar bersama Allah, dia benar-benar merasakan pertolongan TUHAN yang begitu ajaib.

Hal ini dinyatakan Musa melalui doa-doanya, ia menyadari betul bahwa kekuatan ketika memimpin bangsa Israel benar-benar berasal dari Allah.

Melalui doa-doanya tersebut, Musa menyatakan bahwa dengan melihat segala kebaikan dan kemahakuasaan Allah sepanjang hari akan membuat kita menjadi orang yang bijaksana.

Takut akan Tuhan adalah permulaan hikmat, demikianlah Kitab Amsal mengatakannya. Oleh sebab itu, dengan mendekatkan diri kepada Bapa yang di surga maka kita akan hidup di dalam kebenaran firman-Nya.

Kesimpulan: Memperoleh Hati yang Bijaksana

Pengenalan akan TUHAN adalah cara terbaik untuk memperoleh hati yang bijaksana. Tidak semua orang melakukan perenungan dan bersyukur atas segala kebaikan-Nya. Padahal, kasih, kemurahan dan pertolongan Tuhan selalu nyata di sepanjang kehidupan ini.

Ada banyak orang yang terkadang lupa bahwa segala keberhasilan, kekayaan dan umur panjang adalah berkat dari TUHAN semata. Dalam banyak hal, terkadang manusia selalu membanggakan diri dan lupa kepada Allah.

Sikap seperti ini tentu tidaklah benar, anak-anak Tuhan harusnya terus bertumbuh. Bergaul karib dengan Allah dan menjadi dewasa secara rohani adalah sebuah keharusan supaya kita semakin bijaksana dalam hidup.

Kiranya melalui renungan hari ini, kita bisa menjadi orang yang bijaksana dan bergaul karib dengan Allah.

Mulailah untuk selalu bersyukur dan menghitung berkat-berkat Allah yang sepanjang hari. Dengan demikian, kita akan menyadari bahwa tanpa TUHAN, kita hanyalah debu tanah.

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *