Renungan Kristen Hari Ini: Aku sedang Terluka

Renungan Kristen hari ini

Renungan Kristen hari ini akan membahas tentang “Aku sedang Terluka”. Hati yang terluka sering kali tidak nampak oleh mata, namun TUHAN melihat dan merasakan apa yang sedang anak-anak-Nya alami.

Firman Tuhan dalam Mazmur 34:19 mengatakan demikian:

“Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.”

Mazmur ini ditulis oleh Daud, di mana ia melarikan diri dari pengejaran raja Saul. Karena merasa terancam, Daud lalu berpura-pura tidak waras di depan Abimelekh, sehingga ia diusir pergi.

Pada masa itu, Daud benar-benar merasa ketakutan, terancam dan harus berpikir keras untuk bisa bertahan hidup. Namun, pada masa-masa sulit tersebut ia dapat merasakan bahwa TUHAN itu dekat dengan orang-orang yang patah hati dan menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.

Terkadang, jiwa yang remuk dan terluka menunjukkan siapa kita sebenarnya. Apakah kita orang-orang yang dekat atau jauh dengan dengan TUHAN.

Renungan Kristen hari ini mengajak kita semua untuk merenungkan kisah hidup Daud dalam Mazmur 34:19. “Tuhan aku sedang terluka!”

Renungan Kristen Hari Ini: Mazmur 34:19

Renungan Kristen hari ini membahas tentang “Aku sedang terluka”. Hari ini kita akan mengambil dan merenungkan kisah hidup Daud ketika sedang mengalami penderitaan karena di kejar-kejar oleh raja Saul.

Dalam cerita ini kita dapat melihat bahwa “Raja Saul adalah orang yang diurapi TUHAN tapi bisa menjadi jahat.” Selanjutnya, Daud juga adalah orang dipilih dan diurapi TUHAN, tetapi harus melarikan diri dari ancaman pembunuhan.

Bahkan Daud harus berpura-pura tidak waras demi menyelamatkan hidupnya. Sebuah cerita hidup dramatis dan sekaligus sangat mengharukan sekali. Daud mengalami patah hati, jiwanya remuk, dia benar-benar terluka.

Firman TUHAN ini tidak pernah menjanjikan bahwa penderitaan akan segera berakhir, tetapi menyatakan bahwa Dia hadir dan dekat dengan mereka yang patah hati.

Sedangkan kata “remuk jiwanya” menunjukkan bahwa seseorang telah kehilangan kekuatannya sehingga tidak berdaya lagi. Dalam kondisi seperti ini, Daud meletakan semua bebannya dan bersandar penuh kepada Allah.

Terkadang ketika kita sedang terluka kita berpikir sedang sendirian, padahal TUHAN ada di dekat kita, yang kita butuhkan adalah memiliki hati seperti Daud.

Tuhan Yesus Mengerti Keadaan Anak-Anak-Nya

Mungkin kita pernah mengatakan: “Aku sedang terluka, aku sedang menderita dan aku sendirian.” Kita perlu tahu bahwa Tuhan Yesus juga pernah mengalami penderitaan yang sangat berat.

Yesaya 53:3 mengatakan demikian:

“Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kita pun dia tidak masuk hitungan”.

Yesaya menubuatkan tentang kelahiran dan kehidupan Sang Mesias ketika menjadi manusia untuk menebus dan menyelamatkan manusia. Sebagai manusia, Tuhan Yesus pernah ditolak oleh orang-orang yang dikasihi-Nya, Ia pernah dihina, di caci maki dipermalukan, dihakimi dan juga disalibkan.

Dia pernah merasakan sakit dan juga terluka. Oleh sebab itu, ketika saya dan saudara merasakan penderitaan atau terluka karena disakiti, Tuhan Yesus mengerti keadaan kita. Ketika kita mengatakan, “Tuhan akus sedang terluka”, atau “Tuhan aku menderita” maka Ia tahu dan mendengar kita.

Oleh karena itu, jangan menyerah dan putus asa, TUHAN mendengar dan Dia ada di dekat kita. Yuk, kita ubah sikap dan mari datang dan berdoa kepada-Nya.

Hati yang Terluka Harus Mendapatkan Obat

Ketika kaki atau tangan kita terluka karena beberapa hal, maka harus segera diobati. Jika dibiarkan, maka luka menjadi sulit sembuh dan bisa menyebabkan infeksi. Demikian juga dengan hati yang terluka, jika tidak diobati maka akan menjadi akar pahit yang membahayakan jiwa kita.

Oleh karena itu, jangan memelihara penyakit yang mematikan seperti: kepahitan, sakit hati, dendam, kebencian yang berlarut-larut, karena bisa merusak dan menimbulkan berbagai penyakit.

Yusuf Pernah Terluka, tetapi Tidak Menjadi Pahit

Ada contoh di dalam Alkitab, seorang tokoh dalam Perjanjian Lama yang terkenal, dia pernah dianiaya, dan dijual oleh saudara-saudaranya sebagai budak. Tokoh itu adalah Yusuf. Ketika dianiaya, di masukan ke dalam sumur dan dijual, Yusuf pasti mengatakan, “Aku sedang terluka”.

Jika boleh dikatakan, seharusnya tidak alasan bagi Yusuf untuk memaafkan saudara-saudaranya. Namun, apa yang terjadi dengan kisah selanjutnya? Walaupun Yusuf mengalami kesulitan, ujian dan fitnah, ia tetap setia dan taat pada Allah.

Kitab Kejadian 50:20 menuliskan demikian:

“Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.”

Dari ayat di atas jelas, bahwa Yusuf tidak menyimpan kepahitan, dendam atau kebencian terhadap saudara-saudaranya. Sikap yang seperti inilah yang membawa dirinya diberkati oleh Allah pada waktu itu. Jangan bersedih jika ada orang yang berniat jahat padamu, ingatlah Tuhan selalu melihat dan merencanakan yang baik padamu.

Apa yang Harus dilakukan ketika “Aku sedang Terluka”

Pertama-tama, akui dan jangan pernah menyangkal rasa sakit itu. Jika membaca mazmur Daud dalam Mazmur 34, kita bisa melihat bahwa mazmur ini penuh dengan keluhan, tangisan dan kejujuran di hadapan TUHAN. Jadi, bawalah setiap pergumulan dan rasa sakit itu kepada TUHAN, maka ia akan mengobat dan menyembuhkan luka itu.

Kedua, bawa dalam doa dan mengampuni. Berdoa dan menyampaikan pergumulan berarti kita sedang melepaskan dan berbagi beban bersama Allah. Jika dilakukan dengan ketulusan dan kejujuran, maka beban itu akan semakin ringan.

Jangan lupa juga untuk mengampuni dan melepaskan kepahitan, supaya hati kita menjadi bersih dan sehat. Jangan lupa juga datang dan beribahlah kepada TUHAN.

Kesimpulan: “Renungan Kristen Hari Ini”

Jika hari kita mengatakan bahwa “Aku sedang terluka”, ingatlah bahwa TUHAN ada di dekat kita untuk mendengar dan menolong. Dia tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya berjalan sendirian, apalagi menghadapi badai hidup yang berat.

Ingatlah selalu Firman Tuhan dalam Mazmur 34:18:

“TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya”.

Mungkin bekas luka tidak bisa langsung hilang, tetapi percayalah bahwa luka itu telah sembuh. Pada posisi ini, TUHAN sedang membentuk, mendidik, dan mengarahkan hidup kita untuk bergantung dan bersandar kepada-Nya.

Oleh sebab itu, jangan pernah menyerah terhadap rasa sakit dan berbagai pencobaan, bawalah semua kepada Kristus, bersama-Nya selalu ada kelegaan dan kedamaian. Berilah kemuliaan bagi nama TUHAN.

Luka apa yang kira-kira masih kita simpan sampai hari ini? Sudahkan kita membawanya kepada Kristus untuk disembuhkan?

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *